ANCAMAN HIDROMETEOROLOGI, PERLU PEMETAAN DAERAH

KBRN, Padang : Pada umumnya wilayah Sumatera Barat merupakan daerah yang rawan bencana. Selain gempa disertai tsunami, juga terjadi ancaman bencana hidrometeorologi disaat musim hujan seperti banjir, angin puting beliung,cuaca ekstrim dan tanah longsor.

Kepada RRI Pengamat lingkungan dari Universitas Negeri Padang Indang Dewata mengatakan, bencana hidrometeorologi adalah bencana yang disebabkan oleh beberapa aspek meteorologis, seperti curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin. Dijelaskannya, wilayah Sumatera Barat memiliki 3 bagian dataran yakni dataran rendah, cenderung terjadi bencanan banjir dan genagan air, dataran sedang berpotensi terjadi bencana angin putting beliung dan dataran tinggi, yang sering terjadi bencana longsor.

Kendatipun demikian, Indang Dewata menegaskan, yang paling utama saat ini bagaimanan kesiapsiagaan dari masyarakat Sumatera Barat dalam menghadapi bencana tersebut. Menurutnya, Pemerintah harus serius dalam kebencanaan ini.

“Beberapa faktor penyebab bencana hidrometeorologi yakni terjadinya curah hujan dengan intensitas tinggi mencapai 100 mm, kurangnya daya tampung, dan kurangnya daya dukung lahan,”ujar Indang Dewata, Minggu (10/10/2021).

Untuk itu Indang Dewata berharap, siklus hidrologi harus dijaga, sehingga bencanan hidrometeorologi tidak terjadi. Dengan cara menjaga hutan, sungai, danau dan lahan. Selain itu pemerintah harus taat dengan tata ruang.

“ya sepanjang pemerintah tidak taat dengan tata ruang, maka daya tampung itu akan terlampaui. Jika terlampaui maka bencana hidrometeorologi akan terjadi,”tambahnya.

Sementara itu salah seorang warga Kelurahan Pisang Kecamatan Pauh Kota Padang Mahdianur mengatakan, kesiapsiagaan masyarakat harus di tingkatkan. Masyarakat bersama dinas terkait untuk saling bersinergi dalam mengurangi resiko bencana yang saat ini.

“Memang kondisi hari ini yang kita rasakan, cuaca yang kurang bersahabat, tentu kewaspadaan kitaa bersama, masyarakat dapat mengantisipasi terutama yang tinggal di daerah kerawanan bencana,”harap Mahdianur.

Lebih lanjut Mahdianur menjelaskan, masyarakat harus cerdas dalam menyikapi bencana yang akan terjadi, sehingga dapat mengurangi korban jika disaat bencana terjadi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00