2021, BPBD Agam Catat Kerugian Akibat Bencana Alam 1,6 Miliar

KBRN Padang: Kepala Pelaksana BPBD Agam, Muhammad Lutfi mengatakan, Kabupaten Agam secara kedaruratanya termasuk daerah yang rawan bencana, dalam Indeks Rawan Bencana (IRB) Kabupaten Agam berada di posisi ke 42 secara nasioanl dengan tingkat resiko bencana.

Dalam UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Kabupaten Agam termasuk salah satu yang memiliki 12 macam kebencanaan. Dampak dari itu, selama Januari sampai dengan 20 Agustus 2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat mencatat total kerugian bencana alam di daerah tersebut mencapai Rp 1,6 miliar.

Muhammad Lutfi menjelaskan, dari 16 kecamatan yang mengalami kerugian akibat bencana tersebut lima kecematan mengalami kerugian yang cukup besar yakni, Tanjung Raya 16 kejadian kerugian 157 juta rupiah, Malalak 11 kejadian dengan kerugian 150 juta rupiah, sementara Baso 54 kejadian kerugian 687 juta rupiah. Selain itu, di Kecamatan Sungai pua 23 kejadian kerugian 136 juta rupiah dan Kamang magek 53 kejadian kerugian 357 juta rupiah.

"Kabupeten Agam merupakan daerah rawan bencana karena berada di perbukitan, dataran rendah, gunung marapi dan lainnya. Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang tinggal di dataran tinggi, sepanjang sungai dan dataran rendah dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap tanah longsor dan banjir," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00