Pemberdayaan Disabilitas Sumbar Masih Dibawah Satu Persen

KBRN, Padang : Serapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas dalam formasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumatera Barat masih menjadi sorotan pemerintah pusat. Hal tersebut karena pengadaan lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas, khususnya di formasi ASN masih rendah.

Direktur Penanggulangan Kemiskinan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencana Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Maliki saat membuka rencana aksi daerah disabilitas Kota Padang menyebut serapan tenaga kerja dari penyandang disabilitas di wilayah belum maksimal, karena masih dibawah satu persen. Jumlah serapan tersebut dinilai masih rendah dari target pengadaan yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat.

Untuk ASN tahun 2021, Pemerintah Pusat membuka peluang sekitar 2 persen bagi penyandang disabilitas. Oleh sebab itu, Ia mendorong agar pemerintah daerah meningkatkan penyediaan kuota bagi penyandang disabilitas terutama disektor publik salah satunya penerimaan ASN.

“Karena sektor public ini pengadaan ASN relative rendah di pemerintah daerah jika dibandingkan pemerintah pusat. Oleh karena itu, ini perlu kita segera evaluasi. Agar kedepan formasinya dapat bisa terpenuhi sesuai perundang-undangan yang telah ditetapkan,” ucap Malik (Minggu, 17/10/2021).

Sementara itu, Tokoh Disabilitas Sumatera Barat Antoni mengatakan selain lapangan pekerjaan, isu lain yang mesti jadi perhatian pemerintah daerah ialah anggaran di setiap Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). Karena saat ini, anggaran yang memberikan prioritas terhadap penyandang disabilitas pada umumnya ialah hanya dinas sosial. Sementara di dinas lainnya dinilai masih kecil bahkan tidak ada.

“Jadi ini baikknya seperti disampaikan bapak Malik. Sehingga dananya tidak dari dinsos lagi,” sebutnya.

Saat ini persatuan penyandang disabilitas khususnya Kota Padnag, tengah mendorong agar lahirnya aturan berbentuk peraturan gubernur yang memang memberikan perhatian khusus bagi penyandang disabilitas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00