Obat Cacing yang Aman dan Cocok untuk Anak-Anak

KBRN, Padang : Cacing kremi merupakan sejenis parasit yang paling umum terjadi pada anak-anak. Meskipun jarang menjadi kondisi yang parah, tapi gejalanya akan sangat mengganggu Si Kecil. Belum lagi cacingan dapat sangat mudah menular pada orang di sekitar anak. Untuk itu tidak ada salahnya untuk segera memberi obat cacing pada anak.

Jika ibu melihat Si Kecil sering menggaruk pantat, mudah marah, tidak bisa tidur, hingga tidak nafsu makan, maka kemungkinan anak mengalami cacingan. Orang tua bisa mendapatkan obat cacing yang diresepkan dokter maupun yang bebas resep. Namun sebelum memberikan obat cacing pada anak, pastikan obat tersebut aman dikonsumsi dan cocok untuk anak-anak sesuai usianya. 

Berikut ini beberapa pilihan obat cacing  yang aman dan cocok untuk anak-anak:

  1. Mebendazole

Obat ini bisa digunakan untuk mengobati berbagai infeksi cacing pada anak-anak. Menurut World Health Organization (WHO), dosis tunggal mebendazole (500 miligram) juga bisa diberikan kepada semua anak kecil berusia 12–23 bulan, anak-anak prasekolah 1–4 tahun, dan anak-anak usia sekolah 5–12 tahun, setahun sekali atau dua tahun sekali untuk mencegah cacingan pada anak.

  1. Albendazole

Obat ini untuk mengatasi infeksi cacing gelang. Sama seperti mebendazole, albendazole dosis tunggal juga bisa diberikan pada anak-anak yang berusia 12 bulan hingga 12 tahun untuk mencegah cacingan.

  1. Pyrantel

Ayah dan ibu juga bisa memberikan obat ini, karena pyrantel obat cacing yang aman untuk anak-anak.

  1. Reese’s Pinworm 

Obat cacing ini direkomendasikan untuk diberikan pada anak-anak yang lebih besar. 

  1. Zentel 

Obat ini dapat diberikan untuk anak di atas 2 tahun dan dosisnya sebanyak 400 miligram.

  1. Zentel Suspension 

Obat dalam bentuk sirup ini aman diberikan untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun.

  1. Praziquantel

Jika anak mengalami infeksi cacing pita, coba berikan praziquantel. Obat ini mampu melumpuhkan dan melarutkan cacing pita yang kemudian akan dikeluarkan melalui tinja anak. 

Itulah beberapa obat cacing yang aman dan cocok untuk anak-anak. Selain memberikan obat cacing, orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi dan seimbang selama pengobatan. Termasuk memberikan buah-buahan dan sayuran setiap hari. Pastikan juga untuk menghindari anak dari makanan dan minuman yang tidak higienis, terutama jajanan luar. 

Bagaimana Anak Bisa Mengalami Cacingan?

Anak-anak merupakan kelompok usia yang paling berisiko mengalami cacingan. Apalagi jika anak cenderung aktif, suka main di tanah, dan luar rumah dimana cacing banyak ditemukan. Maklum saja, anak-anak mungkin juga belum memiliki kesadaran yang baik untuk menjaga kebersihan diri. 

Ada beberapa jenis cacing yang umum menginfeksi usus manusia, antara lain cacing pita, cacing gelang, cacing kremi, dan cacing tambang. Anak-anak bisa terinfeksi salah satu dari cacing tersebut ketika ia tidak sengaja menelan telur cacing yang menempel di tangan atau dalam kuku. 

Setelah tertelan, telur cacing masuk ke dalam usus kecil anak. Kemudian telur bisa menetas dan cacing bertelur lebih banyak di sekitar anus. Hal itu akan membuat bokong anak terasa sangat gatal. 

Pada anak perempuan cacing kadang bisa masuk ke dalam vagina dan membuat area tersebut juga gatal. Jika anak menggaruk bokongnya, kemudian menyentuh mulut, maka telur dapat tertelan. Hal tersebut menyebabkan siklus cacingan terjadi secara berulang. Anak juga bisa menularkan telur cacing ke orang lain di rumah jika ia menyentuh barang-barang di sekitar rumah tanpa mencuci tangan. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar