Tindakan Medis untuk Menangani Sepsis pada Lansia

KBRN, Padang : Sepsis adalah kondisi yang melibatkan sistem kekebalan tubuh dalam merespon infeksi. Pada pengidap sepsis, sistem kekebalan tubuh melakukan respon yang dapat merusak organ dan mengancam nyawa seseorang. Tanda dan gejala sepsis yaitu demam tinggi, detak jantung cepat, kesulitan bernapas, dan kebingungan.

Sepsis lebih sering berkembang pada orang tua atau lansia. Namun, anak kecil dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki masalah kesehatan tertentu juga bisa berisiko. Perlu adanya tindakan medis segera untuk menangani kondisi ini. 

Lantas, seperti apa tindakan medis untuk menangani sepsis pada lansia?

Penanganan Medis untuk Lansia yang Mengidap Sepsis

Kondisi sepsi pada lansia memiliki banyak tantangan yang mempengaruhi tingkat diagnosis, pengobatan, dan parameter pemantauan. Belum lagi perubahan terkait usia komorbiditas berkontribusi pada peningkatan infeksi pada lansia. Beberapa tindakan medis dalam mengobati sepsis pada lansia yaitu:

  1. Cairan Intravena

Pemberian cairan intravena (IV) perlu dimulai sejak dini dan intens. Strategi ini berfungsi untuk mengoptimalkan preload (peregangan) jantung, dan untuk meningkatkan atau mempertahankan tekanan perfusi (aliran cairan melalui peredaran darah) organ sampai target hemodinamik terpenuhi. 

  1. Antibiotik

Pengidap sepsis juga direkomendasikan agar mendapatkan antibiotik spektrum luas yang tepat diberikan dalam waktu satu jam setelah sepsis terdiagnosis. Untuk meningkatkan penemuan sepsi dan pemberian antibiotik yang tepat waktu, lansia dengan gejala atipikal harus dievaluasi untuk kemungkinan sepsis dan diobati secara intens. Setelah mengetahui hasil tes darah, dokter akan beralih ke antibiotik lain yang ditargetkan untuk melawan bakteri tertentu yang menyebabkan infeksi. 

Pada pengidap sepsis berat  (tanpa memandang usia) memerlukan sejumlah besar perawatan suportif mencakup oksigen. Tergantung pada kondisi lansia, pengidapnya mungkin juga memerlukan bantuan mesin untuk bernapas. Jika ginjal lansia terpengaruh, maka kemungkinan perlu menjalani dialisis. 

Alasan Lansia Berisiko Tinggi Terkena Sepsis

Orang yang lebih tua atau lansia memiliki risiko sepsis yang lebih tinggi, karena mereka:

  • Biasanya memiliki masalah kesehatan lainnya, seperti diabetes.
  • Mengalami penurunan kekebalan daya tahan tubuh.
  • Sering mengalami infeksi, terutama yang dapat menyebabkan sepsis.
  • Memiliki risiko malnutrisi yang lebih tinggi.

Sepsis sering berasal dari infeksi saluran kemih atau infeksi saluran pernapasan. Contohnya pneumonia atau flu. Melansir Medical News Today, pada tahun 2020 COVID-19 muncul sebagai faktor risiko sepsis, terutama pada lansia. 

Tanda-tanda awal sepsis mungkin lebih sulit dikenali pada lansia, dan masalah ini dapat berkembang lebih cepat. Melansir Sepsis Alliance, orang berusia di atas 65 tahun 13 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit akibat sepsis, dibandingkan dengan orang yang berusia di bawah 65 tahun. Selain Itu, 63 persen orang berusia 60 tahun ke atas mengalami sepsis saat memasuki perawatan intensif. 

Setelah lansia pulih dari sepsis, mereka kemungkinan memiliki peningkatan risiko terhadap:

  • Infeksi berulang.
  • Sakit kronis dan kelelahan.
  • Gangguan stres pasca trauma (PTSD).
  • Kerusakan organ.

Secara keseluruhan, sangat penting bagi lansia, keluarga, dan orang-orang yang dicintai untuk mengenali tanda-tanda sepsis. Hal tersebut demi memastikan pengobatan yang cepat untuk semua jenis infeksi, dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah berkembangnya sepsis.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar