Didominasi Kota Padang, 2.704 Penderita HIV AIDS Jalani Pengobatan

KBRN, Padang : Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mencatat, hingga Oktober 2021 terdapat 2.704 penderita HIV dan AIDS yang diobati di daerah ini.

"Ini data yang sedang menjalani pengobatan dan diketahui oleh dinas," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi saat dikonfirmasi RRI di Padang, Selasa (30/11/2021).

Arry mengatakan, kasus HIV dan AIDS tidak dapat dibandingkan per tahunnya. Sebab pihak dinas hanya mempunyai jumlah kasus komulatif atau secara keseluruhan karena kasus HIV dan AIDS yang selalu bertambah.

"Tidak ada perbandingan data dengan tahun lalu. Datanya sudah komulatif jadi tidak bisa dikatakan naik atau turun kasusnya," ujarnya.

Arry mengungkapkan, sebaran kasus HIV dan AIDS paling banyak terdapat di Kota Padang. Hal itu disebabkan Kota Padang merupakan ibu Kota Provinsi yang memiliki penduduk heterogen dan mobilitas yang cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya di Sumatera Barat.

Arry menyampaikan, penularan HIV/ AIDS di Sumatera Barat biasanya terjadi melalui penggunaan jarum suntik pemakai narkoba yang tidak steril, lelaki seks lelaki, dan perilaku seks menyimpang lainnya. Namun Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat tidak mempunyai data terperinci penyebab kasus HIV dan AIDS.

"Kami juga ingin adanya data terperinci. Namun masalah HIV AIDS ini kan sensitif tidak semua penderita mau jujur. Bisa mendapatkan data berapa jumlah penderitanya saja sudah sulit," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Arry Yuswandi menambahkan, di setiap kabupaten/kota di Sumatera Barat telah disediakan fasilitas kesehatan untuk mengobati pasien HIV dan AIDS. Biasanya mereka diberikan terapi Antiretroviral guna meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV AIDS  (ODHA) serta menurunkan risiko penularannya. Sebab belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV/AIDS.

Arry mengimbau, agar masyarakat menghindari faktor resiko penyebab HIV dan AIDS. Selain itu menghilangkan stigma negatif terhadap ODHA.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar