SEPANJANG 2021 TERDAPAT PENINGKATAN KASUS NARKOBA

KBRN, Padang : Pada Oktober lalu, BNNP Sumatera Barat, berhasil menggagalkan peredaran narkoba jenis ganja seberat 70 kilogram yang masuk melalui jalur darat dari Mandailing Natal, Sumatera Utara, dan ditemukan di Bukittinggi. Tangkapan dimaksud menjadi salah satu yang terbesar.

Wakil Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar, AKBP Feri Herlambang, S. Ik mengakui, terdapat peningkatan peredaran kasus narkoba dalam satu tahun terakhir. Periode November 2020 sampai November 2021, tercatat 804 kasus dengan barang bukti yang telah disita dan dimusnahkan di antaranya, ganja seberat 287 kilogram, pohon ganja sebanyak 28 batang, sabu 17 koma 81 kilogram. Jumlah tersangka 1278 orang.

Sementara November 2020, kasus narkoba hanya 700an dengan tersangka baik pengedar maupun pengguna sebanyak 1003 orang.

“Tertanggal akhir November ini, kasus yang kami selesaikan 804 kasus, barang bukti yang sudah disita yakni ganja seberat 287 kilogram, pohon ganja 28 batang, sabu- sabu 17,81 kilogram, dan 71 butir dengan tersangka 1278 orang. November 2020, kasus narkoba berkisar 700an dengan tersangka 1003 orang”. Ujar Feri.

Feri berharap, masyarakat juga dapat berperan dalam memberantas Narkoba, dengan melaporkan kepada polres atau polda bisa juga ke BNN. Feri menambahkan pihaknya akan menjamin keamanan pelapor dan tetap dirahasiakan.

Sementara itu, Pengamat Sosial Universitas Andalas, Dr. Indraddin, S.Sos berpendapat, penyalahgunaan narkoba menjadi bisnis yang diprediksi terus menjamur karena memiliki pasar yang selalu ada, yaitu pengguna yang telah candu untuk terus mengkonsumsi narkoba.

“Hasil dagang ini sangat menggiurkan, dan pasarnya adalah orang-orang yang sudah candu. Antisipasi ini penting ditempat-tempat ramai, biasanya menjadi tempat peredaran yang paling memungkinkan” ujar Indraddin.

Indraddin juga menambahkan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat,terutama keluarga untuk memberantas bisnis yang salah ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar