Sanksi Tegas untuk Penyelenggara Jasa yang Abaikan Prokes

KBRN, Padang : Meski sejauh ini perusahaan angkutan darat belum mewajibkan para penumpang melakukan rapid tes untuk  tujuan kenyamanan perjalanan di masa pandemi Covid19, dari pihak penyelenggara tetap meminta pengguna jasa mentaati aturan dalam bertransportasi. Hal itu disebabkan kelalaian dan kondisi  yang masih dijumpai di lapangan. Masih ditemukan masyarakat yang tanpa rasa bersalah, melepas masker atau sama sekali tidak menggunakan masker saat berada di lokasi keramaian.

Dari pihak penyelenggara jasa angkutan darat jelas Ketua Organda  Sumatera Barat, Budi Syukur sudah seharusnya mengingatkan atau mengambil sikap tegas. Kepada RRI, Sabtu, (23/01/2021) Budi menuturkan, penggunaan masker seharusnya sudah didasari kesadaran dan rasa peduli individu terhadap lingkunganya, tanpa harus disuruh atau pun dipaksa. Hal demikian penting untuk kelancaran transportasi jalur darat yang sekarang ini menjadi pilihan  bagi  sebagian masyarakat di daerah. Sikap patuh dan taat pada aturan hal yang menurut Budi sudah tidak  bisa ditawar lagi.

"Kita sudah siapkan kebutuhan yang terkait dengan penerapan protokol kesehatan di lapangan dan diharapkan penumpang, termasuk penyelenggara jasa transportasi patuh akan hal itu," ujar Budi Syukur.

Dari pihak penyelenggara  sudah mempersiapkan kebutuhan atau fasilitas lainnya  yang mendukung pelaksanaan prokes dan  jika ditemukan pelanggaran prokes yang dilakukan karyawan atau awak armada, ia meminta peran aktif  para penumpang  untuk melaporkan hal itu kepada  pihak terkait karena  kelanjutannya dapat merugikan  penumpang dan lingkungan sekitarnya. Sejauh pengamatan,  belum ada laporan  terkait pelanggaran yang dilakukan awak armada namun jika hal itu ditemukan, ia tidak  segan-segan memberikan sanksi tegas  kepada perusahaan penyelenggara jasa  yang mengabaikan aturan tersebut.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00