Usai Swab, Pedagang Pasar Raya Padang Harus Isolasi

Defriman Djafri

KBRN, Padang : Ratusan pedagang Pasar Raya Padang telah melakukan pemeriksaan tes swab massal sebelum Lebaran 1441 hijriyah. Akan tetapi usai dilakukan swab, pedagang tidak langsung isolasi mandiri di rumah atau karantina.

Menurut Ahli Epidemologi Unand Defriman Djafri kondisi tersebut akan sangat berbahaya dalam penyebaran Covid-19. Seharusnya pedagang diminta untuk menjalankan isolasi mandiri atau karantina hingga hasil pemeriksaan keluar. Sebab belum dapat dipastikan pedagang yang diperiksa negatif atau negatif, dan tidak menyebarkan Covid-19 kepada sesama pedagang maupun pembeli.

"Sayangnya, usai dilakukan swab pada pedagang Pasar Raya tidak diikuti dengan pengontrolan atau pengawasan. Pedagang masih dibiarkan beraktivitas seperti biasanya, padahal menurut Dinas Kesehatan setempat hasil pemeriksaan baru akan keluar pada awal Juni 2020," sebutnya saat dialog interaktif bersama RRI Padang, Selasa (26/5/2020).

Defriman Djafri yang juga Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand Padang ini menyampaikan, kondisi pedagang yang telah di swab massal tetapi di isolasiakan sangat berbahaya. Apabila ternyata pedagang positif tetapi masih berjualan, maka akan semakin banyak yang tertular.

"Akan semakin sulit diketahui dengan siapa saja mereka telah berinteraksi," ujarnya.

Defriman Djafri meminta pemerintah daerah harus memberikan perhatian lebih terhadap klaster Pasar Raya Padang, agar segera dapat diputus penyebaran. Penyebaran Covid-19 pada klaster Pasar Raya tidak dapat dianggap enteng, karena sudah ratusan yang terkonfirmasi positif.

"Mayoritas kasus positif kita di Sumbar dari klaster Pasar Raya Padang. Harus ada upaya nyata untuk menghentikan penyebaran kasus Covid-19 pada klaster ini," sebutnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00