Dokter Andani Sebut Sumbar Belum Masuk Fase Puncak Covid-19

Dokter Andani

KBRN, Padang : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sebelumnya memprediksi fase puncak penularan Covid-19 terjadi pada periode 21 Mei hingga 25 Mei 2020. Namun berdasar pengamatan Kepala Laboratorium  Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand dokter Andani, hingga saat ini Sumatera Barat belum memasuki fase puncak tersebut.

"Belum sampai fase puncak itu, meskipun terjadi peningkatan kasus positif Covid-19," ujar dokter Andani saat dialog interaktif bersama RRI di Padang, Selasa (26/5/2020).

Menurut dokter Andani, indikator fase puncak, seperti penemuan pasien dalam pengawasan (PDP) yang positif Covid-19 kategori berat sangat sedikit ditemukan di Sumatera Barat. Kebanyakan kasus positif Covid-19 di daerah ini berasal dari orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).

"Kita melihat dari kasus dari Amerika, Spanyol, Korsel maupun negara lain, indikator mencapai puncak itu adalah PDP positif yang ditemukan harus banyak. Sedangkan kita dari 35 kasus positif Covid-19 yang ditemukan saat Lebaran kemarin tidak ada satu pun PDP," ungkapnya.

Dokter Andani menyampaikan  hingga saat ini episentrum penyebaran Covid-19 terbesar masih berada di Pasar Raya Padang. Sementara klaster penyebaran Covid-19 lainnya sudah mulai melandai dapat diputus, sedangkan di Pasar Raya Padang hampir setiap hari ditemukan kasus positif  Covid-19 yang cukup banyak berdasarkan pemeriksaan swab.

"Sebaiknya untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 di Pasar Raya disarankan lokasi itu ditutup penuh sementara waktu. Sedangkan seluruh pedagang harus dilakukan pemeriksaan tes swab. Sebab pemeriksaan seribu spesimen pedagang Pasar Raya Padang dinilai masih sedikit," tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00