Satu JCH Kloter Pertama Embarkasi Padang Terkonfirmasi Positif Covid-19

foto sumber internet

KBRN, Padang : Satu Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (Kloter) 1 Embarkasi Padang, terkonfirmasi positif Covid-19.

Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat Joben mengatakan, satu JCH atas nama Awaludin Syamsudin berusia 63 tahun terkonfirmasi positif mengalami Covid-19.

"Gejala yang dialami yakni demam, nyeri tenggorokan dan lemas," kata Joben saat dikonfirmasi RRI di Padang, Minggu (19/6/2022).

Joben menjelaskan, Awaludin telah mengalami sakit sejak lima hari lalu, sehingga dirujuk ke klinik Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) di KKHI seluruh jemaah yang sakit atau suspek covid-19 dilakukan pemeriksaan Swab Antigen.

"Hasilnya Awaluddin terkonfirmasi positif Covid-19," ujarnya.

Lanjut Joben, menindaklanjuti ditemukannya jamaah positif Covid-19, petugas haji meminta seluruh jemaah yang tergabung dalam kloter pertama menggunakan masker dan menjaga kebersihan. Selain itu, juga dilakukan swab antigen pada seluruh jemaah yang berada satu kamar dengan jamaah positif Covid-19 dan dilakukan pembatasan dengan jemaah lainnya.

"Teman-teman yang satu kamar dengan bapak yang positif ini tidak ada yang mengalami gejala Covid-19," katanya.

Joben menyampaikan, jemaah yang positif Covid-19 tersebut dilakukan karantina selama lima hari. Namun berdasarkan swab antigen ulang pada hari ke tiga Awaludin masih positif Covid-19.

"Nanti kalau sudah negatif hasil pemeriksaanya dan dinyatakan sembuh baru diperbolehkan kembali melanjutkan rangkaian ibadah haji," ujarnya.

Joben menambahkan, selain Awaludin, satu jemaah calon haji lainnya atas nama Maiyusra Burhanuddin berusia 57 tahun mengalami sakit gastritis atau asam lambung dengan gejala lemas, muntah-muntah, dan tidak memiliki selera makan. Dengan kondisi tersebut, jemaah calon haji diingatkan agar tetap menjaga kesehatan tubuh selama menjalani rangkaian ibadah haji.

"Jaga kesehatan, jaga pola makan karena puncak kegiatan ibadah wajib haji belum kita laksanakan," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar