WHO Peringatkan Omicron Bukan Akhir Pandemi COVID-19

KBRN, Padang : Hingga saat ini pandemi covid-19 masih berlangsung di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, angka kasus harian yang sebelumnya sudah menunjukkan penurunan, kini perlahan kembali meningkat bersamaan munculnya kasus varian COVID-19 terbaru yaitu Omicron (B.1.1.529). 

Pemerintah tetap mengupayakan berbagai cara untuk menghindari ledakan kasus COVID-19, salah satunya mengingatkan masyarakat untuk tetap berada di rumah dan menjalankan protokol kesehatan ketat. Selain itu, WHO menegaskan kepada masyarakat dunia bahwa Omicron bukan akhir pandemi. WHO mengingatkan agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Omicron Bukanlah Akhir Pandemi

Meningkatnya kasus COVID-19 di seluruh dunia terjadi akibat munculnya varian terbaru, yaitu Omicron. Hingga saat ini, seluruh negara kembali waspada terhadap penyebaran dan penularan yang dikhawatirkan dapat memicu gelombang baru.

Sementara banyak pemerintah negara di dunia yang berharap Omicron adalah mutasi terakhir dari COVID-19, sehingga pandemi ini dapat segera diakhiri. Namun, hal ini dibantah oleh para pemimpin World Health Organization (WHO) bahwa Omicron bukan akhir pandemi COVID-19.

Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, memperingatkan kepada masyarakat luas bahwa Omicron bukan akhir pandemi COVID-19. Berbahaya bagi masyarakat apabila menganggap Omicron varian terakhir dari pandemi COVID-19. Menurutnya, secara global kondisi saat ini ideal untuk lebih banyak bermunculan varian terbaru.

Varian ini dapat mengalami mutasi, sehingga berpotensi memicu munculnya varian COVID-19 terbaru. Setiap kali virus berpindah dari satu inang ke inang yang lain, hal ini berpotensi menyebabkan virus untuk bereplikasi. Semakin banyak proses replikasi yang terjadi maka semakin besar peluang virus untuk bermutasi.

Tedros Adhanom juga kembali mengingatkan kepada masyarakat, meskipun efek samping dari Omicron lebih ringan dari varian lainnya, masyarakat diminta untuk selalu waspada terhadap penularan dan penyebaran varian ini.

Tetap Jalankan Protokol Kesehatan yang Ketat

Omicron atau B.1.1.529 adalah varian terbaru dari COVID-19 yang dinilai memiliki proses penularan dan penyebaran lebih mudah dibandingkan varian lainnya. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Omicron lebih mudah menular kepada siapa saja, termasuk orang-orang yang sudah mendapatkan vaksinasi dengan gejala yang ringan. 

Lalu, adakah cara tepat untuk mencegah ledakan COVID-19 yang disebabkan oleh Omicron? Berikut cara yang bisa dilakukan untuk menghindari penyebaran dan penularan Omicron, yaitu:

  1. Penuhi Vaksinasi

Vaksinasi dilakukan untuk menurunkan risiko perburukan dan tingkat kematian yang disebabkan oleh COVID-19, termasuk varian Omicron. Untuk itu, sangat penting mendapatkan vaksin COVID-19 untuk meningkatkan sistem imun tubuh dalam melawan infeksi virus corona.

  1. Gunakan Masker

Jangan lupa menggunakan masker saat kamu berada di luar rumah. Pastikan menggunakan masker yang disarankan oleh pemerintah setempat. Hal ini membuat kamu terhindar dari penularan dan penyebaran COVID-19.

  1. Rutin Melakukan Cuci Tangan

Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan menggunakan air yang mengalir dan sabun setelah melakukan aktivitas, sebelum makan, atau sebelum menyentuh area wajah. Pastikan juga tangan selalu bersih saat kamu akan menggunakan atau melepaskan masker.

  1. Jaga Jarak

Menjaga jarak sebanyak minimal 1 meter juga perlu kamu perhatikan untuk mencegah paparan Omicron. Jika perlu melakukan aktivitas di luar rumah, pastikan ruangan memiliki sirkulasi udara yang baik atau lakukan kegiatan di ruangan terbuka. Pastikan untuk selalu menghindari keramaian atau kerumunan.

  1. Perbanyak Mengonsumsi Makanan dan Minuman Sehat

Pastikan kamu mengonsumsi berbagai jenis makanan dan minuman sehat yang dapat membantu kamu meningkatkan imun tubuh. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar