Alasan Vaksin Booster Diberikan Setengah Dosis

KBRN, Padang : Pemerintah menetapkan bahwa vaksinasi booster yang akan diberikan pada masyarakat hanya setengah dosis untuk setiap orang. Pemberian suntikan ini akan diberikan secara gratis untuk semua orang yang telah mendapatkan dua kali suntikan. Namun, masih banyak orang yang ragu tentang keampuhan vaksin booster karena hanya setengah dosis. Untuk lebih lengkapnya, baca ulasan berikut!

Ini Alasan Vaksin Booster Hanya Setengah Dosis

Vaksin booster adalah salah satu cara pemerintah Indonesia untuk menekan penyebaran penyakit Covid-19, terutama varian Omicron, yang angkanya terus bertambah. Sejauh ini, suntikan ini diprioritaskan untuk masyarakat yang telah memasuki usia lanjut dan orang-orang yang masuk dalam kelompok rentan. Syaratnya adalah telah menerima vaksin dosis lengkap minimal enam bulan sebelumnya.

Perlu diketahui, jika kamu sebelumnya menerima vaksin Sinovac, maka suntikan booster yang akan didapatkan adalah setengah dosis vaksin Pfizer atau AstraZeneca. Lalu, jika kamu penerima vaksin AstraZeneca, maka booster yang diterima adalah setengah dosis vaksin Moderna.

Banyak orang yang bertanya, kenapa dosis yang diberikan hanya setengah? Bagaimana tentang tingkat efektivitasnya? Mengutip Medpage Today, setengah dosis vaksin booster menghasilkan antibodi yang serupa dengan dosis standar. Sejauh ini, pemilihan dosis setengah sudah tepat hingga adanya penelitian lebih lanjut lainnya.

Hal paling penting diketahui adalah berguna untuk mengingatkan kembali memori sistem kekebalan tentang virus yang harus dilawannya. Menurut data dari vaksin hepatitis B, ditunjukkan jika booster tidak perlu harus sekuat vaksin yang diberikan di awal. Bahkan, pada kasus vaksin tuberkulosis dan meningitis, dosis yang lebih rendah sama baiknya atau bahkan lebih baik.

Pengurangan Efek Samping dari Vaksin

Alasan lainnya pemberian vaksin hanya setengah dosis adalah karena dosis terkecil diperlukan untuk mengurangi efek samping yang timbul, seperti kelelahan, sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam. Memang, aturan dari FDA dan CDC tidak menyetujui dosis booster secara penuh dari vaksin booster, terutama Moderna. 

Hal ini juga dapat mengurangi kemungkinan efek samping berbahaya, seperti peradangan otot jantung, atau miokarditis. Jika tubuh mendapatkan vaksin dosis penuh, peningkatan risiko alami miokarditis dapat meningkat secara signifikan. Tentunya, diharapkan jika vaksin tambahan ini dapat membawa manfaat atau perlindungan lebih, sehingga penyebaran COVID-19 dapat ditekan.

Lalu, apakah aman dan efektif jika seseorang menerima vaksin dengan merek yang berbeda? Faktanya, jenis vaksin yang berbeda dapat meningkatkan respons kekebalan setelah vaksinasi awal aman dan efektif. Banyak ahli medis yang mendukung pendekatan ini, terutama saat vaksin awal yang diterima tidak tersedia. Meski begitu, data terkait pendekatan ini masih sangat terbatas, sehingga masih harus digali lebih jauh terkait faktanya.

Nah, itulah alasan kenapa vaksin booster hanya diberikan setengah dosis dibandingkan dosis penuh. Sekarang kamu tahu jika pemberian setengah dosis ini memang dilakukan untuk mendapatkan efektivitas vaksin serta meminimalkan efek samping yang dapat timbul. Jangan sampai sesuatu yang tidak diharapkan terjadi karena tidak mengikuti anjuran yang ada.

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar