Kelompok Paling Berisiko Terkena Infeksi Berulang Omicron

KBRN, Padang : Mutasi pada varian omicron membuatnya sedikit lebih berbahaya ketimbang varian corona yang lain. Ada hampir 50 jenis mutasi pada varian omicron dibandingkan dengan virus SARS-CoV-2 asli yang terdeteksi di China pada 2019. Ini membuat omicron lebih mudah menyebar walaupun tidak terlalu berbahaya.

Omicron mengalami mutasi di bagian lonjakan yang terhubung langsung ke reseptor yang disebut ACE2 pada sel manusia. Mutasi omicron tampaknya meningkatkan afinitasnya terhadap ACE2, memungkinkannya menginfeksi sel secara lebih efisien, sehingga meningkatkan tingkat reproduksi dan transmisibilitasnya.

Karena perubahan ini, antibodi lebih sulit mengenali dan menempel pada lonjakan omicron. Itulah yang bisa jadi menjadi penyebab mengapa omicron bisa memungkinkan lebih banyak infeksi berulang. 

Sudah Divaksin Juga Berisiko Alami Infeksi Ulang

Varian omicron memiliki tingkat infeksi berulang tiga kali lipat lebih besar dari jenis sebelumnya. Ini dikarenakan omicron dapat menghindari kekebalan yang terbentuk dari infeksi dengan varian sebelumnya.

Walaupun gejala akibat infeksi omicron tidak jauh berbeda dengan varian sebelumnya, para ahli menilai penyebaran omicron harus diwaspadai. Apalagi dengan kondisi mutasi omicron, kelompok orang tertentu lebih berisiko mengalami infeksi berulang. Siapa saja?

  1. Orang yang belum divaksin sama sekali.
  2. Orang yang belum mendapatkan vaksin lengkap.
  3. Mereka yang imunitas tubuhnya lemah.
  4. Anak-anak.

Itulah sebabnya saat ini masyarakat didorong untuk mendapatkan vaksin booster, guna memberikan perlindungan maksimal. Seperti dilansir dari Healthline, Robert Glatter, MD, seorang dokter darurat di Lennox Hill Hospital di New York, mengatakan bahwa dosis booster dapat secara signifikan meningkatkan perlindungan terhadap varian omicron termasuk infeksi berulang yang dapat terjadi.

Penambahan dosis ketiga dari vaksin mRNA dapat membantu meningkatkan antibodi penetralisir untuk menghadapi ancaman potensi lolos atau penghindaran kekebalan omicron. Kemudian buat yang sama sekali belum divaksin, melakukan vaksinasi juga perlu dilakukan. Edukasi mengenai pentingnya vaksinasi harus semakin digalakkan supaya semua kelompok masyarakat mendapatkan perlindungan yang sama.

Vaksinasi dan Protokol Kesehatan Dapat Bantu Cegah Omicron

Para ahli kesehatan telah menyimpulkan, sejauh ini sebagian besar infeksi omicron hanya menyebabkan gejala ringan. Namun, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kemampuan omicron untuk menginfeksi ulang tetap mengkhawatirkan.

Menurut Dr Arturo Casadevall, Ph.D., yang merupakan ketua Departemen Mikrobiologi & Imunologi Molekuler di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg di Baltimore, omicron telah berubah begitu banyak dibandingkan dengan varian lain, sehingga kekebalan COVID-19 sebelumnya tidak begitu protektif. Temuan ini sangat memprihatinkan karena menyiratkan bahwa kekebalan apa pun yang dibangun oleh COVID-19 sebelumnya tidak cukup untuk melindungi diri dari omicron.

Meskipun begitu, kondisi ini tidak lantas membuat masyarakat resah dan khawatir berlebihan. Meningkatkan kewaspadaan, menjaga protokol kesehatan, menghindari keramaian, dan menahan diri untuk tidak bepergian jika tidak diharuskan adalah hal-hal yang harus tetap dilakukan. Kemudian, tidak kalah pentingnya lagi adalah menjaga kesehatan dengan pola makan sehat dan rutin berolahraga. 

@halodoc

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar