FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Kelompok Paling Berisiko Terpapar Covid-19, Gencarkan Vaksinasi Ibu Hamil dan Menyusui

KBRN, Padang : Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi (Pogi) cabang Sumatera Barat akan melakukan vaksinasi massal khusus ibu hamil dan ibu menyusui pada Sabtu 4 Desember 2021 mendatang.

Gebyar vaksinasi dimaksud dilakukan di Auditorium Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) mulai pukul 08.00 WIB. Tidak hanya mendapatkan suntikan vaksinasi Covid-19, ibu hamil dan menyusui akan memperoleh konsumsi, USG gratis, biaya transportasi, hadiah menarik, dan sebagaian juga disediakan layanan antar jemput.

Kepada RRI di Padang, pagi tadi, Ketua POGI cabang Sumatera Barat Dokter Dovi Djanas mengatakan, gebyar vaksinasi dilakukan karena ibu hamil dan menyusui merupakan salah satu kelompok yang rentan tertular Covid-19.

"Masa pandemi belum berakhir, ibu hamil dan menyusui merupakan kelompok paling berisiko tinggi tertular Covid-19 makanya harus segera dilakukan vaksinasi Covid-19," kata Dokter Dovi, Kamis (2/12/2021).

Menurutnya, terkait persyaratan, vaksinasi ibu hamil diberikan pada usia kandungan lebih dari 13 minggu, sedangkan ibu menyusui tidak ada batasan waktu. Vaksinasi Covid-19 terhadap ibu hamil dan menyusui sangat penting. Sebab dampak Covid-19 akan lebih berbahaya terhadap mereka, dibandingkan kelompok berisiko lainnya.

"Harus dilakukan screening dan USG dulu, guna memastikan ibu hamil dan calon bayi dalam kondisi sehat," katanya.

Ketua POGI cabang Sumatera Barat Dokter Dovi Djanas mengatakan, hingga saat ini realisasi vaksinasi ibu hamil dan menyusui masih rendah. Dari 20 ribu lebih sasaran vaksinasi ibu hamil, realisasi masih mencapai ratusan orang. Untuk itu, Dokter Dovi mengimbau ibu hamil dan menyusui dapat melakukan vaksinasi Covid-19 pada pelaksanaan gebyar dimaksud.

"Target kami setidaknya seribu ibu hamil dan menyusui dapat divaksin," ujarnya.

Dokter Dovi menambahkan, ibu hamil dan menyusui tidak perlu khawatir dan takut untuk divaksin covid-19. Sebab hingga saat ini, belum ada laporan vaksinasi Covid-19 yang membahayakan kesehatan ibu hamil maupun ibu menyusui.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar