Tiga Dokter di Sumbar Meninggal Terpapar Covid-19

Ilustrasi sumber internet

KBRN, Padang : Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Barat mencatat, selama pandemi tiga dokter di daerah ini meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

"Tingginya penambahan kasus positif dan angka kematian di Sumatera Barat menyebabkan tiga dokter meninggal dunia," kata Ketua IDI Sumatera Barat Dokter Pom Harry Satria, kepada RRI di Padang, Senin (2/8/2021).

Dokter Pom menyampaikan, ketiga dokter itu berasal dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Djamil Kota Padang, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, dan RSUD Arosuka Kabupaten Solok. Selain itu, dari 400 dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19 selama pandemi hingga saat ini masih ada 80 orang yang menjalani perawatan dan isolasi mandiri di rumah.

"Saat ini hampir 20 persen dokter di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Barat positif Covid-19. Tidak sedikit yang sedang berada di ICU karena kondisi cukup parah," ujarnya.

Menurut Dokter Pom, tingginya angka dokter yang terpapar Covid-19 di daerah ini karena hampir tiga bulan terakhir terjadi peningkatan kasus positif Covid-19 harian yang signifikan. Akibatnya dokter maupun tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien Covid-19 menjadi kelelahan.

"Dokter dan tenaga medis lainnya harus bekerja ekstra menghadapi banyaknya pasien positif Covid-19 setiap harinya," katanya.

Dokter Pom menyampaikan, kondisi saat ini dokter dan tenaga kesehatan telah kewalahan menghadapi lonjakan pasien Covid-19 di Sumatera Barat. Hal ini juga diperparah dengan mulai minimnya sarana pendukung seperti ruangan perawatan, alat kesehatan yakni ventilator dan oksigen.

Ketua IDI Sumatera Barat Dokter Pom Harry Satria berharap agar semua pihak tidak lagi mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 di dalam keseharian. Protokol kesehatan yang ketat sangat dibutuhkan agar penurunan kasus positif maupun angka kematian Covid-19 dapat terwujud. Selain itu, bagi yang belum melakukan vaksinasi diimbau segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat untuk divaksin Covid-19.

"Kalau terus dibiarkan kasus positif Covid-19 melonjak setiap harinya, kami dari tenaga kesehatan khawatir tidak dapat memberikan pelayanan yang maksimal," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00