ASN di Padang Tolak Vaksinasi Covid-19, TPP dan Kenaikan Pangkat Bakal Ditunda

KBRN, Padang : Pemerintah Kota Padang telah mengeluarkan surat edaran tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disease 2019. Dari lima poin yang terdapat di surat edaran itu, terdapat sanksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tidak melaksanakan vaksinasi Covid-19.

ASN yang berada dilingkungan Pemerintah Kota Padang diwajibkan untuk menjalani vaksinasi Covid-19. Bagi ASN yang tidak melaksanakan vaksinasi atau menolak akan diberi sejumlah sanksi. Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran nomor 443/02.30/DKK-2021 tanggal 18 Juni 2021 yang ditandatangani Wali Kota Padang Hendri Septa.

Terkait surat edaran tersebut, dibenarkan Asisten II Setda Kota Padang Endrizal kepada RRI di Padang, Rabu (23/6/2021).

Menurut Endrizal, dibuatnya surat edaran itu karena sudah adanya arahan dari pemerintah pusat guna mempercepat capaian vaksinasi Covid-19. Dalam surat edaran itu terdapat lima poin yakni meminta ASN dan non ASN beserta keluarga mengadvokasi dan mensosialisasikan vaksinasi di lingkungan kerja. Setiap orang yang telah ditetapkan sebagai penerima vaksin, namun tidak mengikuti vaksinasi dikenakan sanksi administratif dan sanksi pidana sesuai ketentuan perundang-undangan.

Adapun sanksi administratif bagi ASN berupa, penundaan pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) dan honorarium Tenaga Harian Lepas serta penundaan pengurusan kenaikan pangkat/urusan kepegawaian bagi ASN. Kemudian kartu vaksinasi sebagai bukti telah melakukan vaksinasi yang telah dikeluarkan dilampirkan pada setiap pengurusan kepegawaian.

"Terakhir, bila ada anggota keluarga ASN, non ASN dan keluarganya yang berusia lebih dari 50 tahun, yang berada di Kota Padang agar segera mendapatkan vaksinasi di Puskesmas," katanya.

Asisten II Setda Kota Padang Endrizal menambahkan, hingga saat ini belum ada ASN di Kota Padang yang menolak untuk divaksin Covid-19. Pemberian vaksinasi masih terus dilakukan baik bagi lansia, ASN, pekerja pelayanan publik, guru, dan pedagang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00