Warga Abaikan Prokes, Padang Pariaman Masuk Zona Merah

KBRN, Padang Pariaman : Berdasarkan hasil perhitungan 15 indikator data onset pada minggu ke-67 pandemi covid-19 di Sumatera Barat oleh Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat,  tanggal 13 Juni hingga 19 Juni 2021, Kabupaten Padang Pariaman masuk zona merah dengan skor 1,80.

Menyikapi kondisi tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yutriadi Rivai meminta seluruh masyarakat untuk patuh terhadap protokol kesehatan yang ketat. Menurutnya, dari hasil pantauan dilapangan selama ini, memang terlihat masyarakat abai terhadap protokol kesehatan.

“Masyarakat kita tidak percaya dengan covid 19 ini. Jadi itu yang menjadi kendala kami selama ini. Kita berharap masyarakat patuhilah prokes, covid itu memang ada,”ujar Yutriadi Rivai, Minggu (13/06/2021).

Lebih lanjut Yutriadi Rivai mengakui, selama dua minggu terakhir ini, memang data hingga tanggal 31 Mei 2021 terjadi peningkatan pasien terkonfirmasi positif covid 19 yang meninggal dunia, yakni 6 orang. Dalam seminggu kemarin ada sekitar 4 orang yang meninggal dunia.

“Kita ingin tahu seperti apa hitungan yang dilakukan oleh pihak Satgas Covid 19 Provinsi. Memang dua minggu lalu data pasien meninggal dunia tinggi ada 6 orang dan satu minggu kemarin ada 4 orang yang meninggal dunia,”terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yutriadi Rivai menambahkan, untuk menyikapinya, pihaknya akan melakukan rapat dengan Sekda Padang Pariaman dalam mengambil langkah selanjutnya dalam penanganan covid 19 ini.

Yutriadi Rivai menjelaskan, data terbaru hingga kemarin, jumlah pasien yang dirawat dirumah sakit rujukan 33 orang, isolasi mandiri bertambah menjadi 76 orang, isolasi karantina berkurang dibanding dua minggu lalu dan meninggal terjadi penambahan 64 orang serta pasien sembuh berkurang.

“Dua minggu lalu memang terjadi peningkatan pasien yang meninggal dunia, dan sembuh berkurang. Kalau dua minggu lalu 89,36 persen, sekarang 88,75 persen,”tutur Yutriadi Rivai.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00