Pengelolaan Limbah B3 dan Sampah Penanganan Covid19 pada Momen Keramaian Idul Fitri

KBRN, Padang : Sudah menjadi kebiasaan masyarakat merayakan Idul Fitri dengan bepergian ke luar kota  atau mengunjungi kerabat di berbagai daerah. Kondisi demikian tanpa disadari menimbulkan keramaian yang berdampak terhadap sampah – sampah yang dihasilkan, termasuk sampah medis. Sampah medis  yang dihasilkan tidak semuanya tertampung di tempat pembuangan sampah, sebagian dibuang begitu saja dan mencemari lingkungan sekitar hingga diperlukan penanganan untuk meminimalisir penularan Covid19 dari limbah medis tersebut.

Kepada RRI, Jumat, (7/05/2021) Kepala Dinas Lingkungan Hidup – DLH Sumatera Barat, Siti Aisyah menjelaskan,  upaya penanganan Covid19 yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah secara tidak langsung telah menghasilkan risiko yang besar terhadap lingkungan, diantaranya menghasilkan limbah B3 yang sumbernya diantara berasal dari  masker,  limbah vaksinasi dan lainnya.

"Terkait hal itu, perlu penanganan yang lebih optimal dalam mengelola  limbah B3 dan sampah penanganan Covid19 sesuai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidupdan Kehutanan Nomor 3 Tahun 2021 tentang pengelolaan limbah B3 dan sampah dari penanganan Covid19," ujar Siti Aisyah.

Dikatakan, suasana keramaian lebaran membuka peluang berkembangnya sumber-sumber yang disinyalir berpotensi menghasilkan limbah B3 dan sampah penanganan Covid seperti di hotel dan tempat wisata lainnya. Kekhawatiran  juga mengarah pada tempat-tempat pelaksanaan uji deteksi Covid19 dan pelaksanaan vaksinasi Covid19 di berbagai daerah.

Berdasarkan potensi tersebut perlu jelas Siti upaya pengelolaan limbah B3 dan sampah penanganan Covid19 untuk mencegah dan memutus rantai penularan wabah dengan mengendalikan dan menghindari penumpukan limbah B3 dan sampah lainnya pada momen keramaian Idul Fitri 1442 Hijriyah ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00