Tim Relawan PMI Pasbar Butuh Perhartian Dalam Penanganan Korban Covid-19

KBRN, Padang : Virus covid-19 menjadi tantangan besar bagi tim yang ikut menguburkan jenazah korban covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir. Oleh karenanya, hal itu menjadi catatan penting Pemerintah Daerah dalam mencukupi hak bagi para petugas di lapangan.

Seperti di Kabupaten Pasaman Barat, berdasarkan catatatn dari Satgas Covid-19 sampai hari ini, telah ada 39 warga yang meninggal dunia karena covid-19. Oleh karena itu, relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pasbar sebagai salah satu garda terdepan yang ikut menguburkan para korban covid-19 ke tempat peristirahatan terakhir, mereka butuh perhatian khusus sebagai petugas di lapangan. Demikian disamaikan Kepala Markas PMI Pasaman Barat Rida Warsa kepada RRI, siang tadi.

Rida Warsa mengakui, sejauh ini dalam proses penguburan jenazah korban covid-19, mereka telah mengikuti protokol kesehatan yang ketat sehingga para relawan pun belum ada yang terpapar covid-19. Namun, Rida Warsa menyayangkan dalam pembiayaan alias uang saku untuk petugas di lapangan belum ada kejelasan, mengingat selama ini uang saku relawan PMI dari dana hibah TNI setempat. Sedangkan, jika dibandingkan di Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Barat, pembiayaan disediapkan langsung oleh Satgas Covid-19 setempat.

“Sejauh ini kendala proses pemakaman ng ada. Cuma yang jadi permasalahan tentang pembiayaan. Kita kan liat dari Kab/Kota lain, seperti di Padang, untuk tim yang mengubur jenazah ada biaya pemakamannya 3 juta rupiah per makam. Sedangkan kita, pembiayaan yang diterima dari dana hibah dari TNI dengan standar uang saku relawan. Nah itu yang belum ada kejelasan sama kita disini,” ungkap Rida Warsa (Selasa, 13/04/2021).

Kepala Markas PMI Pasaman Barat Rida Warsa juga berharap bagi keluarga korban covid-19 dapat memahaminya secara seksama. Jika keluarga yang bersangkutan ingin ikut serta dalam proses penguburan jenazah, pihaknya akan menyediakan perlengkapan protokol kesehatan dalam jumlah yang terbatas.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00