Energi Baru yang Menopang Derajat Kesehatan Masyarakat Bumi Sikerei di Masa Pandemi

KBRN, Padang : Pagi yang cerah menyapa hangat  ibu-ibu rumah tangga yang ketika itu bergegas menuju bukit. Sejak pagi mereka sudah berkumpul di balai desa, bersepakat  memanen buah kelapa untuk diambil buahnya menjadi sumber energi yang sejatinya memang sangat dibutuhkan sekarang ini.

Demam Covid-19 yang hingga kini  masih melanda berbagai belahan dunia   ibarat  tantangan yang penyelesaiannya tidak bisa hanya dengan berpangku tangan. Bagaimana   pemerintah daerah dengan sumber daya yang dimiliki mampu mencari solusi, salah satunya  dengan melirik  potensi lingkungan  untuk menghasilkan energi baru yang bersumber dari lingkungan sekitar.

Tentu tidak  perlu jauh-jauh menggalinya, karena Indonesia negeri  yang kaya dengan bermacam sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan  sebagai energi untuk  mensejahterakan masyarakat.

Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, pohon  kelapa tumbuh demikian  suburnya. Begitu banyaknya,  petani  sampai kehabisan akal mengolah buah kelapa yang  sebagian besar tidak terserap  oleh  pasar tersebut. Buah kelapa  banyak yang  menumpuk di kebun  dan  dibiarkan membusuk  begitu saja.

Situasi darurat kesehatan pada akhirnya membuka pemikiran masyarakat di daerah Kepulauan Mentawai berinovasi menciptakan energi baru untuk meningkatkan  stamina dan ketahanan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Buah kelapa tidak lagi terbuang percuma. Pemerintah  Kabupaten Kepulauan Mentawai  melalui kerjasamanya  dengan  satuan Korem 032 Wirabraja berinovasi menggali  energi baru  yang bersumber dari buah kelapa yang ditanam di  lingkungan sekitar, sebagaimana diungkapkan Brigjen TNI Kunto Arief Wbowo yang ketika itu menjabat Danrem 032 Wirabraja.

Persit KCK Cabang LXXIV Kodim 0319/Mentawai merangkul masyarakat di daerah, khususnya reamaja putrid dan ibu rumah tangga  secara mandiri mengolah buah kelapa  untuk  energi baru yang dibutuhkan tubuh  saat ini.

Gayung bersambut, mayarakat  merespon  inovasi tersebut. Pengolahan buah kelapa menjadi sumber energi baru  mulai diterapkan di lingkungan rumah tangga. Pulang dari kebun,  ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri mengolah buah kelapa  secara tradisional hingga menjadi Virgin Coconut Oil - VCO yang selanjutnya dapat dimanfaatkan anggota keluarga  sebagai energi baru  pendukung stamina.

Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Kortanius Sabeleake  kepada RRI mengatakan pemerintah kabupaten setempat terus mensupport masyarakatnya agar mengembangkan inovasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan  sumber energi  yang sejatinya  dapat digali dari aset-aset lokal.

“Banyak peluang untuk masyarakat bisa menghasilkan energi baru di   lingkungannya. VCO merupakan salah satu energi  pendukung  yang pengolahannya  dapat dilakukan secara tradisional,” ujarnya kepada RRI.

Meski saat ini masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai sudah memiliki  energi alterneatif untuk  meningkatkan  ketahanan tubuh di masa pandemi, tetap saja yang namanya  produk membutuhkan  daya tampung pasar untuk  proses produksi berlekalnjutan.

Salah satu kendala yang dihadapi pelaku usaha yang memproduksi VCO  dalam dalam jumlah besar adalah keterbatasan daya tampung pasar dalam negeri  hingga menyebabkan petani di daerah kurang terpacu  mengolah hasil bumi  untuk dijadikan energi alternatif.

Hal itu dirasakan  Narumi Sababalat, pelaku usaha yang  telah beberapa bulan berkecimpung dalam pengolahan VCO. Satu botol VCO dijual seharga 25 ribu rupiah. Pada awalnya, produksi berjalan lancar,  namun seiring berjalannya waktu, permintaan pasar mulai berkurang.

“Pada awal pandemi Covid-19,  persisnya saat pemerintah menerapkan PSBB,  permintaan akan VCO relatif tinggi. Masyarakat berlomba – lomba mengkosumsi energi baru yang berasal dari bahan alami tersebut. Namun seiring berjalannya waktu yakni sejak pemerintah daerah menerapkan tatanan kehidupan baru, permintaan VCO menurun,” ujar, warga Tua Peijat tersebut.

Perlu  mengedukasi masyarakat dengan memberikan pemahaman pentingnya menjaga kesehatan dan memanfaatkan sumber energi  yang digali dari kekayaan alam  daerah  secara berkelanjutan.

Pemberdayaan energi lokal  berkontribusi terhadap berbagai sektor kehidupan karena sejatinya energi yang dihasilkan bermanfaat untuk Indonesia secara menyeluruh.

Pemanfaatan sumber daya alam tidak pemenuhan kebutuhan energi masyarakat tidak hanya teruntuk pada satu daerah. Kabupaten Padangpariaman juga memiliki potensi yang sama besar dengan Mentawai.

Buah kelapa yang dihasilkan dari daerah tersebut kualitasnya tidak kalah bersaing dengan Mentawai. Melirik kehipupan masyarakat daerah sebelumnya,  pengelolaan buah kelapa menjadi VCO sudah dilakukan jauh hari. Dengan menggunaka cara tradisional, masyarakat di Padangpariaman mengolah santan kelapa menjadi minyak yang selanjutnya dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Khasiat minyak kelapa yang diolah secara tradisional sudah dirasakan manfaatnya dan proses pengolahan energi dari aset lokal sudah berlangsung cukup  lama dalam keseharian masyarakat Sumatera Barat.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00