TMMD 104, Karya Nyata Prajurit Sejati Membangun Negeri

KBRN, Padang : Deru mesin kendaraan meraung, menyibak arus dan bebatuan  di hamparan sungai  berpasir.  Kendaraan  terus melaju,  menyisir bentangan sungai yang kanan-kirinya  meliuk pepohonan  dengan suasana rindang yang menentramkan  hati dan pikiran. Hanya sekitar setengah jam perjalanan, sampailah  kendaraan dinas Kodim 0308/Pariaman  di lokasi yang dituju.

Nagari Guguak Kuranji Hilir, ya  begitulah masyarakat sekitar  menamainya. Desa terpencil  yang berada di lingkup pegunungan hijau itu begitu jauh dari sentuhan pembangunan. Jika malam menyelinap, suasana  menjadi hening mencekam. Dari kejauhan hanya kegelapan yang terpampang nyata, menyatu dengan  pekatnya  kegelapan belantara  yang mengelilingi desa sekitar.

Wajar kiranya,  jika masyarakat menutup diri dan membatasi aktifitas di kala senja mulai merangkak. Sebanyak 18 Kepala Keluarga - KK yang menghuni desa setempat lebih memilih berdiam diri di kamar,  ketimbang melakukan aktifitas di luar rumah.

“Sampai sekarang ini,  desa kami belum dilengkapi lampu penerangan jalan. Aktifitas warga desa terbatasi dikarenakan minimnya sarana prasarana,” keluh Mukmin, warga Nagari Kuranji Hilir kepada RRI, Selasa, (26/2/2019)

Nagari Guguak Kuranji Hilir yang  terdapat di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman ini termasuk salah satu daerah terpencil dan terisolir yang menjadi target program TMMD 104 Kodim 0308/Pariaman. Dengan keterbelakangannya itu, warga yang  mengandalkan hidup dari  penjualan hasil kebun yang dipanen tentu berharap,  adanya seberkas cahaya untuk menerangi kegelapan. Pembangunan jalan sekiranya  menjadi salah satu persyaratan mutlak  untuk mengangkat roda perekonomian  masyarakat.

Apa jadinya,  jika  pembangunan jalan dan infrastruktur  pendukung geliat perekonomian warga  terus ditunda. Rakyat akan terkepung  dalam situasi yang tidak menguntungkan dan tidak  berkesudahan. Sebagai solusinya, program nasional TNI Manunggal Masuk Desa – TMMD yang sudah memasuki tahun ke-104 berupaya menghalau keterbelakangan warga, sebagaimana diungkapkan Dandim 0308/Pariaman, Letkol Arm. Heri Pujiyanto. Menurut Heri, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat  Nagari Guguak Kuranji Hilir hidup dalam  keterbekalangan, hal yang paling mendasar adalah akses transportasi yang masih terbatas. Kondisi jalan yang berisiko dengan jarak tempuh yang relatif lama menyebabkan warga kesulitan memasarkan hasil pertanian seperti padi, cengkeh dan pinang. Akses transportasi penghubung antar nagari sangat terbatas hingga berdampak terhadap tumbuh kembang ekonomi masyarakat di nagari setempat. 

''TMMD 104 yang berlangsung selama satu bulan, terhitung dari tanggal 26 Februari hingga 27 Maret 2019   membidik pembangunan sejumlah sarana prasarana yang dibutuhkan sekaligus dikeluhkan warga,'' ungkap Heri Pujiyanto.

Selain pembukaan jalan, 150 personil TNI yang dibantu masyarakat daerah juga membangun jembatan dengan berbagai ukuran, rumah tidak layak huni, perbaikan tempat ibadah dan lainnya. Kesemua itu diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan dalam nagari dan ke depannya,  warga bisa mengecap kehidupan yang lebih layak. 

Pada kesempatan terpisah, Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Kunto Arief Wibowo menegaskan, masyarakat memiliki peran  cukup besar dalam pelaksanaan kegiatan kemanunggalan TNI.  Upaya-upaya pembinaan  mutlak dilakukan sepanjang masa dengan harapan, terciptanya semangat kegotong royongan  antara TNI dan rakyat.

Kemanunggalan TNI  dengan rakyat telah terbina beratus tahun lamanya dan menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pelaksanaan kegiatan TMMD pada prinsipnya  disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di daerah.

“Kegiatan TMMD tidak hanya dalam wujud pembangunan fisik, namun  dalam bentuk kegiatan lain seperti penyuluhan dan pembekalan wawasan kebangsaan yang mengacu pada pembentukan karakter masyarakat, khususnya generasi muda,” paparnya Senin, (1/4/2019).

Jika sebelumnya pelaksanaan TMMD jelas Kunto Arif Wibowo hanya sekali dalam setahun,  setelah ada usulan kepada komando atas, pelaksanaan TMMD dilaksanakan dua kali dalam setahun.  Dengan bertambahnya jadwal kegiatan TMMD,  diharapkan kebutuhan masyarakat terhadap sarana prasarana umum dapat terpenuhi.  Pembangunan infrastruktur jalan bukan sekedar akses penyambung kaki dan tangan, namun lebih dari itu. Idealnya, ada  semacam  perubahan berarti  yang memberi nilai lebih  terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni menitip pesan kepada warga, senantiasa menjaga dan merawat sarana prasarana yang telah ada.  Usai program nasional ini, warga dapat lebih leluasa memasarkan berbagai hasil pertanian. Jalan yang sebelumnya hanya bisa dilewati dengan motor dan berjalan kaki, selanjutnya bisa dimasuki mobil atau angkutan lain. 

''Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, perekonomian daerah tentu dapat ditingkatkan,'' ungkap Ali Mukhni kepada RRI.

Penggunaan APBD 2019 senilai 1 milyar 5 puluh juta jelas Ali Mukhni mengacu pada sasaran dan azas manfaat yang dituju. Hal yang mengejutkan, jarak tempuh Sungai Limau ke Sungai Geringging yang sebelumnya ditempuh dalam hitungan waktu tiga jam, bisa lebih dipersingkat hingga setengah jam perjalanan.

Keuletan dan ketangguhan prajurit TNI AD  merambah belantara memang  tidak diragukan lagi. Dalam hitungan  waktu satu bulan, gundukan tanah berbatu yang menyerupai bukit bercadas   rata dengan permukaan tanah. Setapak telah berubah wujud menjadi jalan beton  dengan lebar jalan ideal dilewati kendaraan.

Tidak sebatas ketangguhan merambah belantara, prajurit TNI Angkatan Darat juga terampil dalam memberdayakan limbah industri, mengolahnya  menjadi produk  luar biasa dengan kemampuan yang tiada terduga.

Mobil babinsa patroli Kodim 0308/Pariaman telah jauh berpetualang mengarungi daerah terpencil dan terisolir. Dengan keunggulan yang dimilikinya, warga tidak perlu khawatir dan cemas. Kemampuan mobil patroli babinsa Kodim 0308/Pariaman menembus setapak terjal dan licin, bukan cerita semata.

Burhan, warga Nagari Guguak Kuranji Hilir menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri,  kekuatan raksasa mobil rakitan prajurit TNI tersebut. Begitu pula ketika armada ini dihadapkan pada rute perjalanan sungai, riak air dengan bebatuan di dalamnya dengan mudah bisa dilewati sehingga warga diperbukitan pun tidak perlu khawatir, terlambat mendapat penanganan saat terjadi bencana.

Siapa menduga,  mobil patroli dengan teknologi yang teruji ini adalah mahakarya prajurit sejati. Dalam faktanya, prajurit TNI tidak saja tangguh di medan perang, namun juga  memiliki sisi kehandalan lain, yakni kreatifitas dan semangat untuk selalu berkarya. Alangkah mulianya pengorbananmu prajurit sejati,  karya-karyamu akan terkenang sepanjang zaman, bukti nyata kecintaanmu terhadap bumi pertiwi, negeri dengan kemakmuran yang tiada terukur,  dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga ke Pulau Rote.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00