Diperkirakan Pembangunan 44 Unit Rumah Susun ASN Unand Menelan Biaya Rp. 18 Miliyar

KBRN, Padang : Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat membangun rumah susun (rusun) aparatur sipil negara yang akan dihuni oleh dosen dan tenaga kependidikan di Universitas Andalas (Unand) Padang.

Rektor Universitas Andalas Padang Profesor Yuliandri saat jumpa pers mengungkapkan tahun ini, pihaknya mendapatkan fasilitas rumah susun untuk ASN dengan kapasitas 44 unit. Bangunan tersebut, berlokasi di bekas perumahan dosen Unand Limau Manis Kota Padang. Ia menyampaikan hal itu usai penandatangan kontrak paket pembangunan dan manajemen konstruksi Rusun Unand bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan -P2P Sumatera.

Menurut Yuliandri, rusun yang dibangun tidak hanya bangunan semata tapi meliputi mobiler dengan kapasitas tiga lantai , yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar 18 miliar rupiah. Rusun bagi dosen dan tenaga kependidikan  itu juga akan dilengkapi dengan ruang serba guna.

Selain itu, Rektor Unand Yuliandri menambahkan saat ini pihaknya tengah mengupayakan pembangunan rusun berikutnya untuk tahun depan. Mengingat perumahan dosen yang ada saat ini kondisinya sudah tidak layak huni. Dengan demikian akan lebih banyak menampung civitas akademika nantinya.

“Saya pastikan tanah tempat pembangunan rusun tidak ada lagi persoalan dan terkait dengan penertiban yang dilakukan sebelumnya sudah sesuai hukum karena ini adalah aset negara,” ucap Yuliandri (Kamis, 2/12/2021).

Sementara Satker Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Samsul Bahri menyampaikan pembangunan rusun akan memakan waktu sekitar delapan bulan. Untuk itu, Ia mengajak semua pihak bersama-sama mengawasi proses pembangunan agar sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar