Harga 18 Komoditas Di Padang Panjang Pada Pekan Kedua Agustus Alami Fluktuasi

KBRN, Padang : 18 harga komoditas di Padang Panjang pada pekan kedua Agustus, mengalami fluktuasi.

“Perkembangan fluktuasi ini didapat berdasarkan hasil pemantauan terhadap harga rata-rata 45 komoditas pangan strategis di Pasar Pusat Padang Panjang yang dilakukan Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disperdakop UKM) serta Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Padang Panjang,” kata Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako, Putra Dewangga, Jumat (12/8/2022).

Beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, kata Putra, di antaranya gula pasir naik dari Rp14.250/kg menjadi Rp14.500/kg. Tepung terigu Segitiga Biru naik dari Rp13.000/kg menjadi Rp14.000/kg. Tepung terigu Cakra naik dari Rp14.000/kg menjadi Rp14.500/kg. Tepung terigu Kencana naik dari Rp9.750/kg menjadi Rp10.750/kg. 

Selain itu, telur ayam kampung naik dari Rp2.000/butir menjadi Rp2.500/butir. Cabai hijau naik dari Rp51.500/kg menjadi Rp57.500/kg. Cabai rawit naik dari Rp49.750/kg menjadi Rp52.500/kg. Ikan asin teri naik dari Rp80.000/kg menjadi Rp85.000/kg. Buncis naik dari Rp8.000/kg menjadi Rp10.000/kg. Wortel naik dari Rp10.000/kg menjadi Rp12.000/kg.

“Komiditas yang mengalami penurunan harga di antaranya daging sapi, turun dari Rp148.750/kg menjadi Rp141.250/kg. Daging ayam broiler turun dari Rp27.000/kg menjadi Rp26.500/kg. Telur itik turun dari Rp2.800/butir menjadi Rp2.700/butir,”  ujarnya.

Juga ikut turun, cabai merah dari Rp89.125/kg menjadi Rp75.625/kg. Bawang merah turun dari Rp39.250/kg menjadi Rp32.875/kg. Sawi bola turun dari Rp6.000/kg menjadi Rp5.000/kg. Seledri turun dari Rp24.000/kg menjadi Rp20.000/kg. Minyak goreng kemasan sederhana turun dari Rp18.500/liter menjadi Rp18.000/liter. 

Dikatakan Putra, pergerakan turun harga komoditas karena pasokan komoditas di pasar yang mulai melebihi permintaan, sehingga komoditas tersebut mengalami penurunan harga. Dan sebaliknya, pada komoditas yang alami kenaikan harga disebabkan mulai terbatasnya pasokan stok komoditas di pasaran. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar