MADU KELULUT, ALTERNATIF MATA PENCAHARIAN YANG MENJANJIKAN

KBRN, Padang: Madu memiliki manfaat yang luar biasa, hal ini sudah diketahui oleh masyarakat luas. Madu yang dihasilkan lebah penyengat, sulit untuk didapat  dan diragukan keasliannya ketika sudah diedarkan kepada konsumen. Tidak begitu dengan madu kelulut yang dihasilkan lebah Trigona. Selain masyarakat mudah untuk membudidayakannya, hasil madunya, dapat  dikonsumsi sendiri atau bahkan dijual kembali.

Allans Prima Aulia, salah seorang peternak Lebah trigona di Payakumbuh mengungkapkan, beternak lebah sangat mudah, karena tidak membutuhkan lahan khusus, bahkan dapat dibuat hanya di teras rumah saja. Dikatakan Alan, untuk wilayah Sumatera Barat hampir seluruh kabupaten kota sudah ada membudidayakan lebah trigona, terutama di Limapuluh kota dan Payakumbuh baik kelompok tani hutan maupun pribadi.

Alan menjelaskan budidaya lebah trigona memiliki hasil madu dengan keunikan rasa, mengikuti makanan yang dikonsumsi lebah, memiliki peluang besar sebagai alternatif mata pencaharian. Sebab, hasil madunya jika dijual berkisar antara 500 hingga 700 ribu perkilogramnya. Hal ini dikarenakan, hasil produksinya tidak terlalu banyak, maksimal 800gr jika pada saat musim bunga.

“Ada sekitar 500 sarang yang diternakkan, tidak termasuk yang ada di hutan. Dan hampir menyebar rata di seluruh kabupaten kota di Sumatera barat. Dan hasil masunya bisa dijual di harga 500 – 700ribu perkilogramnya” jelas Alan.

Alan menambahkan, dengan beternak lebah Trigona dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan untuk dimanfaatkan masyarakat, dan berharap ke depan masyarakat dapat memanfaatkan peluang ini.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar