Budidaya Jangung, Tetap Menjadi Prioritas Sumbar

KBRN, Padang : Dorong pengembangan budidaya jagung, Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi, didampingi Kepala Dinas Peternakan, Erinaldi, turut menghadiri anniversary ke 26 Rajawali Group sekaligus gala launching Minang Agro Perdana di ZHM Premier Hotel, Padang (8/1/22). 

Rajawali Group merupakan distributor pakan ternak yang berkiprah selama 26 tahun, dan telah mengembangkan usaha ke sektor peternakan dan pembesaran ayam dara petelur (pullet). Sementara Minang Agro Wisata adalah anak usaha baru Rajawali Group di sektor budidaya jagung untuk pakan ternak yang telah bermitra dengan 4 provinsi, diantaranya Sumbar, Sumut, Riau dan Jambi. 

Hadir memberikan sambutan, Buya Mahyeldi menyampaikan langkah-langkah yang sudah dilaksanakan oleh Pemprov Sumbar dalam mensinergikan provinsi-provinsi di Sumatera melalui berbagai MoU, termasuk diantaranya dalam sektor pertanian. 

Menurutnya, dengan kerjasama dan sinergitas antar provinsi, Sumbar bisa mensupply baik pakan maupun ternak ke provinsi lain, demikian juga dengan kebutuhan di Sumbar dapat di supply oleh provinsi lain. 

"Tidak ada prioritas lain jika kita ingin maju, kita harus saling bekerja sama dengan provinsi tetangga, maju bersama," ujar gubernur. 

Ia melanjutkan, bahwa di Sumatera Barat sektor pertanian dan peternakan menjadi prioritas. Bahkan selama pandemi Covid-19 Pemprov Sumbar berupaya menjaga industri tetap stabil.  

"Sumber makanan merupakan prioritas, Maka dari itu selama pandemi Covid-19 pemerintah provinsi tetap mengupayakan stabilitas sektor pertanian dan peternakan," sambungnya. 

Terkait dengan pemenuhan kebutuhan pakan, Buya Mahyeldi menyampaikan bahwa Pemprov mendukung penuh pemanfaatan lahan tidur, maupun pembukaan lahan baru hingga mencapai target seluas 1600 hektar, mengingat tingginya kebutuhan pakan ternak, terutama jagung. 

"Kita mendukung penuh perluasan lahan untuk budidaya jagung, termasuk peningkatan produksinya. Ke depan kita akan gunakan bibit yang lebih unggul dan metode penanam yang lebih baik untuk mengejar produksi," tambahnya lagi. 

Sementara dari segi pasar, menurut Buya Mahyeldi kebutuhan pakan bisa mencapai 50 juta ton per tahun. Demikian juga dengan masyarakat Sumatera Barat dimana 57% warga bergerak di sektor pertanian. 

"57% persen warga bergerak di sektor pertanian, ini adalah perhatian utama  Lagipula tujuan utama sektor peternakan dan pertanian kembali lagi adalah kesejahteraan petani," tegas gubernur yang juga alumni fakultas pertanian ini. 

Sejalan dengan itu, Direksi Rajawali Group, H Yasril Islami menyampaikan bahwa Minang Agro Wisata bertujuan untuk memenuhi kebutuhan jagung sebagai pakan ternak yang mencapai hingga 600 ton setiap hari nya. Sebagai langkah awal perusahaan ini telah membuka 50 hektar lahan budidaya Jagung di Tiku, dengan target lahan mencapai 500 hektar di tahun 2025. 

"Kita mendukung program pemerintah dalam memanfaatkan lahan tidur untuk budidaya jagung, karena dari perspektif swasta, kita juga memandang kebutuhan pakan yang tinggi sangat penting untuk dipenuhi," ujar Yasril 

Disamping itu Bambang Sutrasno, GM  Charoen Pokphand Indonesia Medan yang turut hadir juga menyampaikan dukungannya untuk turut serta mengembangkan peternakan di Sumbar. 

"Pengembangan budidaya jagung sangat tepat mengingat Sumbar sebagai lumbung ayam petelur maupun ayam ternak, bahkan saat ini Sumbar menduduki peringkat kelima dari segi populasi ayam dengan 16 juta ekor. demikian juga sebagai penghasil telur di tingkat nasional," ungkap Bambang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar