Pemprov Sumbar Terus Dorong Pengembangan Hilirisasi Produk Minyak Atsiri

KBRN, Padang : Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus berupaya mewujudkan komitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani diantaranya dengan mendorong peningkatan dan pengembangan hilirisasi produk-produk pertanian dan perkebunan. Salah satunya adalah produk turunan minyak atsiri.

Hal ini ditegaskan Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi saat membuka kegiatan Sosialisasi Olahan Produk Turunan dan Standarisasi Bagi IKM Minyak Atsiri Sumbar, yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumbar, di Grand Basko Hotel, Rabu (22/9/2021).

Dalam kegiatan yang diantaranya menghadirkan narasumber Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar, Zulkifli, ini gubernur meminta agar para pelaku usaha dapat mengikuti semua ketentuan dari BPOM sebagai syarat agar bisa melengkapi perizinan yang diperlukan untuk pemasaran yang lebih luas.

"Minyak atsiri ini potensi besar Sumbar yang belum optimal. Peluang pasarnya sangat menjanjikan tapi kendala kita adalah bagaimana meningkatkan kualitas produk sehingga lebih bernilai tinggi dan mampu bersaing di pasaran. Saya sudah bertemu dengan orang Minang yang jadi pengusaha minyak atsiri ini di luar negeri. Ia sudah bersedia akan membantu transfer knowledge pada petani di Sumbar bagaimana memproduksi minyak atsiri yang berkualitas," ujar gubernur.

"Selain itu juga lengkapi perizinan. Oleh sebab itu, sekarang kita hadirkan BPOM untuk memberikan petunjuk melengkapi perizinannya, sehingga pemasaran bisa lebih luas. Jalin juga sinergitas dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)," lanjut Buya Mahyeldi.

Selain soal perizinan, dalam kegiatan yang diikuti para pelaku usaha produk turunan minyak atsiri dari berbagai daerah tersebut, menurut Kadisperindag Sumbar Asben Hendri, juga bertujuan memberikan pengetahuan secara manajerial tentang standarisasi produk turunan atsiri sebagai bagian dari program unggulan Sumbar.

Menurut Kepala UPTD Pelayanan dan Pengembangan Minyak Atsiri, Gusriati, sedikitnya saat ini terdapat 10 produk turunan minyak atsiri, diantaranya adalah sabun cair, sabun batangan, hand sanitizer, pencuci piring, aroma therapi, dan minyak urut.

"Beberapa pelaku usaha sudah memasarkan produknya ke beberapa hotel di Sumbar. Produk turunan minyak atsiri ini diminati karena kualitasnya lebih bagus dan harga lebih ekonomis. Namun kendala yang dihadapi IKM kita saat ini memang standarisasi dan sertifikasi. Karena itulah kita gelar sosialisasi ini supaya pelaku IKM bisa terbantu," ungkap Gusriati.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, juga digelar pameran produk-produk turunan minyak atsiri hasil produksi IKM Sumbar. Secara spontan, Gubernur Mahyeldi juga secara langsung mempromosikan beberapa produk yang didokumentasikan oleh pelaku IKM untuk diviralkan melalui media sosial mereka masing-masing. (rel)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00