Optimalkan Ekosistem Digitalisasi di Masa Pandemi

KBRN, Padang : Permasalahan  UMKM adalah PR bangsa yang harus dituntaskan bersama.  Hal itu diungkapkan Ketua Aliansi Perempuan Peduli Indonesia – ALPPIND Sumatera Barat, Hj. Nevi Zuairina kepada RRI, Rabu, (22/09/2021).

Dikatakan, selaku organisasi perekat persaudaraan yang berkontribusi  untuk Indonesia yang lebih baik dan bermartabat,  ALLPPIND Sumatera Barat mewadahi berbagai kepentingan kaum perempuan, termasuk permasalahan UMKM yang sebagian besar pelakunya adalah kaum perempuan.

" Dalam situasi pandemi ini, tidak sedikit  usaha yang dikelola kaum perempuan mengalami ketersendatan dalam berbagai hal, sehingga perlu penyelesaian untuk  sasaran yang dituju," paparnya.

Hj. Nevi Zuairina menjelaskan, ada sekitar 64 juta UMKM  yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.  Pandemi Covid19 telah menggerus  sektor perekonomian di lingkungan masyarakat sehingga menjadi sebuah keharusan ketika pelaku UMKM sudah menggeluti dunia usaha wajib bagi mereka masuk ke ranah ekosistem digitalisasi untuk bisa bertahan dan meningkatkan daya saing produk di lingkup pemasaran.

Secara bertahap pelaku UMKM di daerah dirangkul dan diarahkan untuk dapat mengoptimalkan aplikasi perdagangan elektronik yang penerapannya belum mereta di wilayah Indonesia.  Namu dengan dukungan pemerintah dan pihak terkait lainnya, diyakini, daya saing UMKM di masa ini dapat ditingkatkan dan tidak akan kalah bersaing dengan produk luar negeri lainnya. Pendampingan dan pelatihan – pelatihan terus digencarkan  yang didorong dengan pencairan dana usaha untuk membantu  keluhan pelaku usaha dalam hal pendanaan  atau pun  permodalan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00