Dermaga Labuan Bajau Mentawai Kini Berbenah Diri

KBRN, Padang : Sebagai pelabuhan pengumpan regional, Labuan Bajau yang terdapat di Siberut Barat, Mentawai berkontribusi cukup besar terhadap pergerakan ekonomi masyarakat di pulau terluar.  Kendati masih dalam tahap penataan, Dermaga Labuan Bajau Mentawai dalam satu tahun terakhir ini telah  menampung berbagai aktifitas masyarakat daerah, sebut saja transportasi penumpang dan pengangkutan  barang antar pulau, antar kabupaten dan kota di Sumatera Barat.

Dalam perbincangannya dengan RRI, Minggu, (19/09/2021),  Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat, Heri Nofiardi mengatakan, pelabuhan umpan regional yang didanai pemerintah pusat itu  kini terus berbenah guna memenuhi harapan masyarakat di daerah yang masih menyandang status 3 T tersebut.

"Hal mendasar  yang melatarbelakangi pembangunan Dermaga Labuan Bajau Mentawai adalah jalur tranpsortasi yang relatif terbatas, sementara kebutuhan masyarakat di daerah  terus meningkat.  Jalur darat semakin menyempit dipadati oleh  truk-truk yang mengangkut bermacam komoditi unggulan daerah dan hasil pertanian lainnya,"  ungkap Heri Nofiardi.

Untuk memangkas jalur transportasi darat yang makin padat, pemerintah daerah pun  mengalihkannya ke jalur laut.  Pembangunan pelabuhan umpan regional pun menjadi sasaran dari program pemerintah pusat diantara  pembangunan  Dermaga Labuan Bajau Mentawai yang ditargetkan beroperasi tahun 2023.

" Untuk sekarang ini, ekonomi masyarakat di daerah mulai menggeliat.  Pembangunan dermaga telah memudahkan masyarakat mengangkut hasil panen ke berbagai pulau, bahkan kota dan kabupaten yang selama ini tidak tersentuh pasar," paparnya.

Hal itu jelas Heri sejalan dengan program  pusat yang  merangsang sinergi dan integrasi pelabuhan melalui upaya peningkatan pelayanan pelabuhan dari wilayah barat hingga timur Indonesia.

Sementara itu,  Pengurus Kadin Sumatera Barat, Rahim Mardanis menuturkan,  Dermaga Labuan Bajau Mentawai  sangat membantu masyarakat daerah dalam pemasaran hasil pertanian.  Selama ini, hasil panen banyak yang menumpuk dan membusuk lantaran keterbatasan ruang transportasi pengangkutan barang ke berbagai daerah.

" Dengan dibangunnya Dermaga Labuan Bajau, hasil panen dapat dipasarkan dengan skala pemasaran yang lebih luas. Dermaga ibarat jembatan yang menghubungkan aktifitas  ekonomi masyarakat  untuk menopang pendapatan harian," ungkap Rahim kepada RRI.

Bagaimana ke depannya, keberadaan pelabuhan pengumpan dapat dioptimalkan untuk menopang aktifitas perekonomian  masyarakat pulau terluar.   Kendati belum dinyatakan rampung, namun  secara bertahap Dermaga Labuan Bajau dengan kondisinya sekarang sudah memberi ruang kepada masyarakat daerah melakukan aktifitas ekonomi yang kesemuanya  harus ditopang kelancaran transportasi jasa perairan. Aktifitas ekonomi menggeliat seiring tumbuhkembang dermaga yang tidak hanya sebatas pelabuhan pengumpan regional namun  selanjutnya dapat mengarah pada skala kegiatan yang lebih luas yakni kegiatan ekspor impor barang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00