Awal Tahun 2021 Masih Berat Bagi Perekonomian Sumbar

KBRN, Padang: Perekonomian awal tahun 2021 di Sumatera Barat (Sumbar) masih akan terasa berat. Sebab masa pandemi belum berakhir, sekaligus pembatasan-pembatasan sosial masih kerap diberlakukan, yang berujung menurunnya pendapatan masyarakat.

Menurut Koordinator Fungsi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumbar, Hefinanur, pada triwulan pertama 2021, pergerakan ekonomi di daerah yang mengandalkan APBD belum bisa berputar. Pencairan anggaran di daerah membutuhkan waktu. Sementara konsumsi masyarakat yang diharapkan bisa ikut berkontribusi, belum bisa bergerak baik karena daya beli masyarakat belum pulih.

“Kita bisa-bisa sama mengamati. Apakah kebijakan anggaran pemerintah daerah di triwulan 1 sudah bisa berjalan dan dicairkan?. Soalnya APBD itu tidak mudah atau cepat pencairannya,” ucapnya pada RRI Padang, Rabu (24/2/2021).

Kemungkinan ekonomi di daerah berangsur bergerak pada triwulan 2, 3, dan puncaknya pada triwulan 4. Akan tetapi, di tahun 2021 ini, perekonomian daerah belum pulih sepenuhnya akibat pandemi Covid-19.

“Kalau tahun ini perekonomian daerah belum bisa pulih, karena pandemi masih terjadi. Tapi harapannya tidak lagi terkontraksi atau minus,” pintanya.

Sebelumnya, akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Sumbar tahun 2020 ditutup dengan angka -1,60. Lalu, terjadi penambahan jumlah penduduk miskin mencapai 20,6 ribu orang. Rincinya, pada Maret 2020, jumlah penduduk miskin di Sumbar 344,23 ribu orang atau 6,28 persen.Naik pada September 2020, menjadi 364,79 ribu orang atau 6,56 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00