Rumah bersubsidi dan Kemungkinan Terburuk yang Mesti Diwaspadai

KBRN, Padang : Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan rumah bersubsidi menuntut sikap waspada dan berhati-hati dari yang bersangkutan. Masyarakat mesti selektif  dan  jangan sampai dirugikan oleh pihak yang tidak  bertanggungjawab. Hal itu diungkapkan Ketua Kadin Sumatera Barat, Ramal Saleh yang juga membawah REI dan Apersi Sumatera Barat.

Kepada  RRI, Rabu, (20/01/2021) Ramal menuturkan, sikap waspada masyarakat yang ingin memiliki rumah bersubsidi  mengacu pada aturan dan  persyaratan yang mesti dimiliki pihak pengembang diantaranya, terdaftar pada REI atau Apersi,  sudah mengantongi IMB, memiliki sertifikat yang  dipecah. Selain itu sudah ada perumahan percontohan yang dan lahan yang jelas pada saat masyarakat  mempertanyakan hunian yang akan ditempati. Hal demikian jelas Ramal Saleh perlu diketahui masyarakat, terutama pasangan muda yang ingin memiliki rumah bersubsidi  aman dan secepatnya bisa ditempati.

" Untuk saat ini kebutuhan masyarakat akan  unit perumahan dengan harga  relatif terjangkau meningkat setiap waktunya.  Dari pihak pengembang pun beupaya mewujudkan harapan masyarakat memiliki rumah dengan harga  standar. Namun di satu sisi, masyarakat atau konsumen pun perlu berhati-hati saat berurusan dengan pihak developer," ujar Ramal Saleh.

Pandemi Covid19 dan desakan kebutuhan  ekonomi tidak  menutup kemungkinan ada  diantara develover yang  berbuat hal – hal di luar dugaan sehingga merusikan konsumen yang memang dari awal kurang memahami prosedur  dan mekanisme mengdapatkan hunian bersubsidi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00