130 Ribu Pelanggan PLN di Sumbar Alami Lonjakan Tagihan

KBRN, Padang: Tak sedikit masyarakat Sumatera Barat pengguna listrik meteran terkejut dengan tagihan listrik yang tiba-tiba membengkak. Naik dua hingga tiga kali lipat. Bahkan ada yang tak menggunakan listrik, tagihannya membengkak. Hal ini dialami Harun Rasyid, yang memiliki kontrakan di Jalan Juanda, Kota Padang. Sudah dua bulan ini rumahnya kosong tanpa penghuni. Namun tagihan tetap jalan terus. Anehnya tagihan bulan April mencapai Rp 800 ribu.

“Ketika di bulan Januari dan Februari lalu bayarnya Rp 300 ribu. Sekarang kosong kok malah tagihannya Rp 800 ribu,” ucapnya pada RRI di Padang, Jumat (12/6/2020).

Menjawab permasalahan itu, dalam perbincangan dengan RRI Padang, Jumat pagi (12/6/2020), Senior Manager Niaga dan Pelayanan PLN wilayah Sumatera Barat, Rizky Mochamad mengakui, dari 1,4 juta pelanggan PLN di Sumatera Barat, terdapat 130 ribu pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan listrik.

“Data historis kami memang menunjukkan adanya pelanggan yang mengalami lonjakan tagihan. Namun perlu kita pahami juga, sejak PSBB di masa pandemi aktivitas masyarakat banyak di rumah. Bekerja, beribadah, dan sekolah di rumah, tentu pemakaian listrik akan naik. Apalagi di bulan Ramadan pada sebagian April dan Mei,” ucapnya.

Selain itu, Rizky Mochamad menjelaskan, selama masa pandemi, PLN menerapkan kebijakan perhitungan rata-rata pemakaian listrik pelanggan selama 3 bulan sebelumnya. Sebab petugas lapangan tidak diturunkan mencatat pemakaian listrik selama masa PSBB untuk mengantisipasi dan memutus penularan virus korona.

“Mungkin dari metode penghitungan rata-rata itu ada yang tidak tepat, sehingga ada pelanggan yang mengalami kelebihan bayar atau justru kekurangan bayar. Menyikapi hal itu, PLN telah menurunkan petugas ke lapangan untuk melakukan verifikasi meter pelanggan,” bebernya.

Intinya, jelas Rizky, bagi pelanggan yang memiliki keluhan lonjakan tagihan bisa mengunjungi langsung posko pengaduan yang dibuka di 35 kantor PLN cabang se Sumatera Barat. Selain itu bisa melapor melalui layanan pusat pengaduan di nomor 123. Ataupun bisa mengecek melalui aplikasi PLN Mobile.

“Jika terdapat kelebihan bayar, PLN akan melakukan pengembalian uang pelanggan paling lambat 30 hari kerja. Namun jika pelanggan mengalami kekurangan bayar atau keberatan untuk membayar, PLN menyediakan skema mencicil. Bagi pelanggan yang tagihan listriknya melebihi 20 persen dibanding rata-rata normal, akan ditagihkan pada bulan Juni 2020 sebesar 40 persen dari selisih lonjakan, dan sisanya dibagi rata tiga bulan pada tagihan berikutnya,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00