Sepuluh Hotel di Padang Diadukan Karena Belum Bayar THR

KBRN, Padang: Sepuluh perusahaan di Kota Padang diadukan ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (disnakertrans) karena belum membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR). Mediator Disnakertrans Sumatera Barat (Sumbar), Edwin mengatakan, sepuluh perusahaan itu merupakan hotel yang beroperasi di Kota Padang. Menindaklanjuti hal itu, Disnakertrans dalam waktu dekat melakukan mediasi dengan perusahaan dan pekerja untuk mencari kesepakatan.

“Sudah ada kelonggaran pembayaran THR secara dicicil atau ditunda itu tertuang dalam Surat Edaran Menaker Nomor M/6/HI.00.01/V/2020 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2020 di Perusahaan dalam Masa Pandemi Covid-19. Ini yang menjadi landasan nanti,” ucap Edwin pada RRI, di Padang, Rabu (20/5/2020).

Sementara itu, Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumbar, Maulana Yusran mengakui, pemberian THR bagi perkerja merupakan beban yang sulit direalisasikan oleh pengusaha hotel. Sebab sudah 3 bulan ini perhotelan terimbas wabah corona, karena pemerintah melakukan pembatasan sosial dan pergerakan orang, sehingga sektor pariwisata lumpuh.

“Bayangkan saja, pendapatan anjloknya sampai 90 persen lebih. Sementara pengeluaran rutin harus ditanggung, listrik, air. Itu semua ratusan juta per bulannya. Sementara kelonggaran yang kami dapatkan tak sebanding. Beban kita masih berat,” bebernya.

Kendati demikian, Maulana Yusran mengungkapkan, meski berat, pengusaha akan berupaya melaksanakan kewajibannya.

“Yang terpenting pegawai harus memahami kondisi juga. Perusahaan sedang menghadapi tantangan berat. Harus maklum kalau THR ditunda atau dicicil. Pengusaha dan pekerja harus sama-sama memahami dan berjuang agar perusahaan tetap hidup hingga kondisi new normal,” harapnya.  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00