Bantuan Urung Terealisasi, Ratusan Pengemudi Ojek Daring Datangi Rumah Wali Kota Padang

KRBN, Padang: Ratusan pengemudi ojek online mendatangi rumah dinas Wali Kota Padang meminta kejelasan tentang waktu pemberian bantuan jejaring sosial yang dijanjikan untuk mengiringi pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat (Sumbar) yang akan diterapkan Rabu 22 April. Sebab sampai hari ini, Senin (20/4/2020), bantuan sosial dari Pemko Padang urung disalurkan. Kemudian, kejelasan pendataan juga menjadi pertanyaan para pengemudi ojek daring ini.

Adi, salah seorang pengemudi ojek daring kepada RRI mengatakan, mendapat informasi adanya pengumpulan KTP dan KK pengemudi ojek untuk didata guna mendapat bantuan senilai Rp600 ribu.

“Pendataan itu yang kami tanya. Banyak dari kami dapat informasi tapi tidak jelas pendataan ini seperti apa. Lalu kapan bantuan ini disalurkan, sedangkan dua hari lagi sudah PSBB,” ucap Adi.

Namun demikian, tak beberapa lama berselang, kerumunan ratusan pengemudi ojek daring di depan rumah dinas Wali Kota Padang dibubarkan tim kepolisian dan Satpol PP Padang.

Sementara itu, dikonfirmasi RRI, Kepala Dinas Sosial Kota Padang, Afriadi mengatakan, saat ini Pemko Padang masih melakukan validasi data supaya penyalurannya jelas tidak salah sasaran. Selain itu juga menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan.

“Pematangan data masih dilakukan. Lagipula masih ada dinamika tentang bantuan yang akan diberikan, apakah dalam bentuk uang tunai atau pangan,” ucapnya.

Afriadi menambahkan Pemko Padang hingga saat ini masih menyiapkan regulasi sebagai landasan untuk mengucurkan bantuan dimaksud. Keputusan itu pun dibuat dengan hati-hati agar tidak menjadi bumerang di kemudian hari.

“Kita takut juga mengucurkan anggaran tapi tidak tepat. Nanti kita yang kena periksa setelah wabah Covid ini,” ujarnya.

Sementara itu, PSBB di Sumbar akan diberlakukan pada Rabu 22 April. Sebelum diterapkan, pemerintah kabupaten/kota di daerah ini diminta segera memberikan bantuan bagi masyarakat yang terdampak wabah korona secara ekonomi. Dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat, Kota Padang menjadi salah satu daerah yang belum merealisasikan bantuan, meski anggaran sudah disediakan sebanyak Rp 200 Miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00