Air Terjun Dua Bidadari, Mutiara Terpendam di Lengkung Pelangi

KBRN, Padang :Namanya yang indah mengingatkan orang-orang pada sosok makhluk cantik penghuni negeri kahyangan. Kala namanya disebut, keinginan untuk bisa menjamah keindahan semesta di sekelilingnya demikian kuat.

Ya, Air Terjun Dua Bidadari yang berada di Nagari Sikucur Utara, Kabupaten Padangpariaman umpama mutiara terpendam di belahan utara negeri. Sekiranya belum banyak orang atau pun wisatawan luar daerah  yang mengetahui aset wisata yang menyimpan pesona  luar biasa itu.

Letaknya yang berada di kedalaman rerimbunan belantara, menyuguhkan nuansa wisata yang tiada duanya. Untuk sampai ke Air Terjun Dua Bidadari, pengunjung atau wisatawan akan disuguhkan panorama alam yang memajang keindahan bukit dengan  belantara lebat yang belum terjamah.

Kicau burung dan aroma hijau dedaunan, mengawali perjalanan menuju destinasi alam tersebut. Sepanjang perjalanan,  mata disuguhkan lekuk-lekuk keindahan alam yang sesekali melahirkan decak kagum orang-orang yang menyaksikannya. Hutannya yang masih alami, menyiratkan pesan tidak tertulis, betapa indahnya mahakarya   sang pencipta semesta dan siapa menduga,  di kedalaman belantara, terdapat aset berharga yang pertama kali ditemukan prajurit Kodim  0308/Pariaman, Kopda Ulil Amri yang kala itu melakukan napak tilas jelang peringatan HUT RI ke-74 bersama warga lainnya.

Lebih kurang satu jam lamanya  menelusuri setapak, rombongan akhirnya sampai di suatu tempat yang sebelumnya tidak pernah dijajaki warga. Hutan yang begitu lebat menguak misteri alam. Sungguh hal yang menakjubkan, puluhan pasang mata terpana menyaksikan percikan air di ketinggian bukit bercadas.

Air terjun yang belum bernama itu diberi nama sesuai bentangan rupanya. Air Terjun Dua Bidadari, demikian kata-kata yang terucap secara spontan dari mulut  sang prajurit yang pada  akhirnya disetujui warga sekitar.

Singkat cerita, napak tilas berlabuh di sana. Sejarah bersaksi, ikrar nama destinasi  wisata Air Terjun Dua Bidadari  digelar dengan  upacara pengibaran bendera merah putih menyambut  peringatan hari bersejarah bangsa, HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

Gemercik air di ketinggian menabuh khidmat suasana alam sekitar. Air Terjun Dua Bidadari demikian anggunnya menyapa rindang pepohonan, bersenandung di keheningan seraya berucap, sejarah tidak akan pernah melupakannya.

Ya, begitulah adanya. Penemuan aset wisata membuka sejuta peluang. Hasrat mengembangkan aset berharga diawali pemikiran prajurit TNI yang secara sukarela merangkul warga di kenagarian setempat,  membuka jalan menuju wisata alam Air Terjun Dua Bidadari.  Gayung bersambut, warga dengan sukarela menumpahkan tenaga,  berbagi lahan untuk  kepentingan pembukaan  jalan menuju kawasan wisata, sebagaimana diungkapkan Dandim 0308/Pariaman, Letkol Arm Heri Pujiyanto kepada RRI, Jumat, (28/02/2020).

Kondisi jalan yang licin dan terjal menyulitkan pengunjung atau tamu dari luar menjangkau objek wisata sehingga pembukaan jalan yang semula hanya setapak berliku dipermudah dengan pembangunan aset  yang lebih memadai. Sebelumnya,  untuk sampai ke lokasi wisata baru tersebut hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki, memakan waktu sekitar  setengah jam perjalanan.

Sejak adanya perbaikan infrastruktur jalan, wistawan tidak perlu ragu. Hijau pepohonan mengusir jenuh dan semakin ke dalam, mata kian dimanjakan. Hanya dengan jarak tempuh lima menit perjalanan menggunakan kendaraan, pengunjung bisa dengan mudah  menjangkau kawasan wisata,  sembari menikmati  sepuasnya  udara segar, beraroma hijau belantara sekitar.

“Dengan adanya pembukaan jalan tesebut, pengunjung atau wisatawan kian tertarik mengenali keindahan alam Nagari Sikucur Utara, terlebih air terjunnya yang setiap waktu menabur jingga,” ujar Dandim 0308/Pariaman, Letkol Arm. Heri Pujiyanto.

Hal senada diungkapkan Wali Nagari Sikucur Utara, Mayunis Alima kepada RRI. Menurutnya, pengembangan kawasan wisata baru  berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat daerah. Masyarakat yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani dapat menambah pendapatan  dari aset wisata lokal tersebut.

Penataan ruang wisata yang awalnya dilakukan secara swadaya, perlahan menunjukkan nilai positif terhadap geliat ekonomi daerah. Kesempatan berusaha semakin terbuka,  sejalan dengan meningkatnya minat kunjung wisatawan berwisata ke Air Tejun Dua Bidadari.

“Kita berharap adanya perhatian dan respon cepat pemerintah menata kawasan wisata alam Air Terjun Dua Bidadari. Jika melihat potensi alam sekitar, tidak tertutup kemungkinan,  ini ke depannya menjadi wisata primadona daerah, ya tentunya didukung peran semua pihak,” paparnya Mayulis Alima.

Dari segi rupa, Air Terjun Dua Bidadari memiliki sumber mata air yang sejuk dan jernih. Selain menawarkan pesona alam yang  natural, cocok kiranya dijadikan spot berfoto bersama rekan dan keluarga.

Sesuai nama yang diperuntukkan, Air Terjun Dua Bidadari memiliki keunikan tersendiri. Sesekali gurat pelangi melengkung diantara percikan bulir-bulir bening, merangkai keindahan semesta yang tiada dua.

Tidak berlebihan jika masyarakat di daerah menaruh harapan yang demikian besar terhadap perkembangan objek wisata Air Terjun Dua Bidadari.. Untuk kelancaran akses transportasi menuju kawasan wisata, masyarakat dengan tangan terbuka menyerahkan lahan miliknya untuk  pembangunan infrastruktur jalan.

Hal itu dibenarkan Nasirman Chan, putra daerah yang  juga pelaku usaha pariwisata Sumatera Barat. Pembenahan ruang pariwisata sekarang ini mejadi fokus pemerintah,  terlebih kawasan wisata baru yang sejauh ini belum terjamah program pemerintah, namun memiliki potensi luar biasa.

“Pembangunan pariwisata lokal harus menyentuh semua lini sehingga partisipasi masyarakat mutlak dibutuhkan untuk proses tumbuhkembang kegiatan berikutnya. Warga harus pro aktif, dalam artian mendukung apa pun program yang berkontribusi  pada percepatan pembangunan ekonomi daerah,” ujar putra daerah kelahiran Nagari Sikucur Utara  itu kepada RRI, Kamis, (27/2/2020).

Nasirman Chan yang juga  Ketua Astindo Sumatera Barat mengakui, trend pariwisata dari waktu ke waktu berubah sesuai tuntutan zaman. Spot alam pedesaan kini menjadi target sebagian besar wisatawan mancanegara. Umumnya wistawan yang berasal dari Malaysia  rela berburu keindahan hingga ke pelosok pedesaan yang jauh dari gemerlap kemewahan dan suasana bising.

Alam pedesaan dengan bentangan  indah perbukitan, gunung dan lembah hijau yang sesekali menghadirkan kicauan burung  bersenandung di  rerimbunan belantara menjadi target perjalanan wisata turis mancengara.

Potensi wisata alam Nagari Sikucur Utara yang diibaratkan mutiara terpendam bisa mendukung sepenuhnya geliat perekonomian masyarakat yang selama puluhan tahun hidup dalam kungkungan kemiskinan dan  keterbelakangan.

Perlu penataan ruang yang lebih optimal untuk mendapatkan nilai jual yang lebih besar. Penataan dimulai dari lingkup terdekat dengan membangun kelompok masyarakat sadar wsata karena idealnya kemajuan pariwisata daerah tidak semata didukung aset daerah, namun perilaku dan kualitas pelayanan yang ditawarkan kepada tamu atau pengunjung.

Tidak tertutup ke depannya, hunian masyarakat dengan kriteria yang ditentukan menjadi tempat penginapan tamu atau pun turis mancanegara. Konsep tersebut jelas Nasirman Chan,  rencananya difokuskan pada beberapa daerah, Kabupaten Padangpariaman salah satunya.

Jika program tersebut diterapkan di berbagai daerah, rupiah tidak saja berputar pada kawasan wisata, namun merangkul  ekonomi masyarakat pada skala kegiatan yang lebih luas. Masyarakat daerah dalam hal ini harus mempersiapkan diri, karena bukan tidak mungkin Air Terjun Dua Bidadari yang masih terbilang baru  menjadi sandaran  berwisata wisatawan domestik dan mancanegara. Edukasi dan sosialisasi harus dilakukan guna optimalnya pelayanan pariwisata dengan mengedepankan nilai – nilai budaya dan adat istiadat daerah.

Pada kesempatan terpisah Kabid Pengembangan Destinasi dan Atraksi Wisata Dinas Pariwisata Provinsi  Sumatera Barat, Doni  medukung sepenuhnya tata kelola destinasi baru berpotensi luar biasa di daerah. Sumatera Barat memiliki ragam dan rupa unik air terjun menawan dalam pandangan mata. Sebagian diantara air terjun tersebut belum terekspos keberadaannya ke publik dikarenakan ruang promosi wisata yang masih terbatas dan terkendala faktor lainnya.

“Pemerintahan nagari memiliki ruang dan peran besar dalam mengelola aset daerah hingga keberadaannya memberi nila pemasukan bagi daerah. Seperti apa pengelolaannya, kewenangannya  diberikan kepada daerah bersangkutan dan disesuaikan dengan fisik destinasi alam setempat,”ungkapnya.

Dalam perkembangannya, pemerintah provinsi tetap akan melakukan pemantauan. Jika ke depannya aset wisata baru tersebut menunjukkan sisi keunggulan dibanding destinasi lain, akan ada perhatian khusus melalui ruang penataan lebih lanjut dari pemerintah provinsi. Konsep penyelenggaraan kegiatan tetap mengacu pada pemberdayaan ruang yang efektif  dan kontribusinya terhadap tumbuhkembang ekonomi masyarakat daerah.    

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00