Covid Melonjak, Mudik di Larang, Omzet Pedagang Buah Menurun

padagang buah bingkuang di simpang lubeg padang

KBRN, Padangn : Setahun berlalu penyebaran covid 19 terjadi. Berbagai sektor mengalami keterpurukan. Pendapatan perekonomian masyarakat menurun dratis. Hal tersebut dirasakan oleh para pedagang buah di Kota Padang.

Da Un, seorang pedagang buah bingkuang di simpang empat lubuk begalung Padang. Profesi yang dilakoninya sudah puluhan tahun. Awalnya berjualan di kawasan terminal bus Andalas di jalan pemuda. Seiring perkembangan zaman, terminal bus tersebut saat ini sudah dijadikan tempat pusat perbelanjaan terbear di Kota Padang. Tidak adanya lokasi untuk berjualan di terminal Andalas tersebut, dirinya bersama rekan seprofesi, berjualan buah bingkuang di simpang empat lubuk begalung Padang hingga sekarang.

“Awak lah lama berjualan, sejak adanya terminal bus Andalas di jalan pemuda, sekaran sudah menjadi Mall,”tutur Da Un.

Kepada RRI  pagi tadi Da Un menuturkan, dari hari kehari, aktivitas berdagang terus dijalaninya, demi untuk membiayai keluarganya. Bapak satu anak ini, dengan tekun dan yakni untuk mencari rezeki, sehingga dapat mengantarkan anaknya tamat pada jenjang pindidikan SMA di Kota Padang.

Da Un menjelaskan, dalam kondisi saat ini yang semakin sulit, ditambah lagi dengan pandemi covid 19, omzet dari dagangannya menjadi menurun. Sebelum pandemi, dalam satu hari dirinya dapat menjual 4 karung buah bingkuang, namun di saat ini, satu karung belum tentu habis terjual.

“Ya habis bagaimana lagi, saya harus menghidupi keluarga. Dulu sebelum adanya corona, dalam satu hari 4 karung buah bingkuang terjual, sekarang satu karung saja sudah sudah,”ujar Da Un, Jum’at (07/05/2021).

Da Un menambahkan, harga buah bingkuang yang dijualnya tidak terlalu tinggi, satu ikat dengan isi 3 buah bingkuang ukuran sedang dijual dengan harga 7.500 rupiah. Dirinya mengakui, memang perekonomian sangat menurun drati. Kendatipun demikian, dirinya masih bersyukur masih dapat juga berjualan dan menghidupi keluarga kecilnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00