Kenapa Pasokan Cabai Jawa Kosong di Pasar Raya Padang ?

KBRN Padang : Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah perumpamaan yang tepat bagi pedagang cabai Pasar Raya Padang. Sebab, di masa pandemi jual beli masih sepi. Ditambah terjadi kenaikan komoditas pangan, yakni cabai merah. Otomatis transaksi semakin lesu, karena daya beli masyarakat rendah. Keluhan itu diungkapkan, Adinda, Pedagang cabai di Blok 3 Lantai Satu Pasar Raya Padang kepada RRI, (Kamis, 26/11/2020) siang tadi.

Adinda mengatakan, stok cabai di Pasar Raya menipis, cenderung kosong. Hal itu dipicu, pengiriman cabai merah dari Jawa yang mengalami gangguan akibat cuaca hujan lebat beberapa hari belakangan secara merata. Pengiriman terhenti dua hari ini karena distribusi terhambat banjir dan longsor di beberapa lokasi.

Adinda menjelaskan, untuk cabai merah dari Jawa mengalami kekosongan. Saat ini yang dijual hanya cabai merah dari Kerinci atau yang biasanya disebut cabai darek. Harganya pun meningkat, yang biasanya dijual 36 ribu naik menjadi 46 ribu rupiah per kilogram.

Lebih lanjut, Adinda menyampaikan selain mengalami kenaikan harga tersebut, sebagian komoditi cabai juga mengalami penurunan kualitas. Diduga kondisi ini, disebabkan cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat termasuk daerah-daerah penghasil cabai.

“Karena hari musim penghujunan, kebutuhan barang pokok itu melonjak naik. Dan ada sebagian barang tidak masuk karena hujan lebat sehingga terganggunga diperjalanan”  tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00