AJP Padang Masih Mendata untuk Test Swab

KBRN, Padang :  Asosiasi Jasa Pesta (AJP) Kota Padang masih mendata anggota yang akan melakukan pemeriksaan tes swab. Ditargetkan dalam pekan ini, pendataan dapat tuntas sehingga bisa diserahkan pada Dinas Kesehatan Kota Padang.

"Benar, hingga saat ini belum ada anggota kami yang melakukan pemeriksaan tes swab," kata Ketua AJP Kota Padang Yursal saat dihubungi RRI di Padang, Rabu  (25/11/2020).

Yursal menjelaskan, belum melakukan pemeriksaan tes swab karena masih adanya kekhawatiran dan ketakutan dari anggota AJP apabila hasil swab menunjukkan positif. Sehingga harus dijemput petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap atau hazmat. Sebab kondisi tersebut masih dianggap aib.

"Karena masih minimnya pemahaman kami terhadapa swab test. Kami masih takut dan khawatir awalnya," ungkapnya.

Namun setelah mendapatkan penjelasan seputar swab dan penanganan usai dinyatakan positif Covid-19, barulah AJP bersedia untuk melakukan pemeriksaan swab. Untuk itu, saat ini AJP Kota Padang sedang melakukan pendataan anggota yang akan melakukan pemeriksaan tes swab.

Yursal menambahkan, ditargetkan pendataan dapat diselesaikan pada pekan ini, sehingga dapat segera diserahkan pada Dinas Kesehatan Kota Padang. Setelah itu pekan depan, AJP dapat melakukan pemeriksaan swab di puskesmas setempat.

"Saat ini sudah tidak ada masalah lagi. Kami hanya tingga mendata yang akan diswab," tuturnya.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Padang Hendri Septa menyebut, berdasarkan hasil rapat evaluasi yang dilakukan, belum ada kesepakatan mencabut surat edaran larangan menggelar pesta pernikahan dan batasan bagi pelaku usaha. Hal tersebut karena, Pemerintah Kota Padang belum mendapatkan data pelaku jasa pesta yang telah melakukan pemeriksaan tes swab.

Hendri Septa menegaskan surat edaran larangan pesta pernikahan akan dicabut setelah, seluruh pelaku jasa pesta melakukan tes swab.

"Kan ini sesuai dengan perjanjian yang telah dibuat sebelumnya. Kami tunggu komitmennya, baru kami cabut edaran terssbut," ujarnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00