Sambut SKB 4 Menteri, UNP Terapkan Tatap Muka bagi Kuliah Praktik

KRBN, Padang: Universitas Negeri Padang (UNP) memastikan akan melakukan kuliah tatap muka mulai Januari 2021, menyusul terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang berisi lampu hijau untuk melaksanakan kegiatan belajar tatap muka.

Kepada RRI di Padang, Rabu (25/11/2020), Rektor UNP, Prof. Ganefri mengungkapkan, seluruh sarana dan SDM untuk mendukung kuliah tatap muka telah dipersiapkan. Protokol kesehatan, seperti sarana mencuci tangan, kelas yang telah disemprot disinfektan, serta aturan tetap menjaga jarak, sudah dipersiapkan sejak lama.

Akan tetapi, Ganefri tidak mau gegabah membuka kran sepenuhnya untuk kuliah tatap muka. Sebab pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga tetap butuh antisipasi dan perubahan perilaku dalam dunia pendidikan tinggi. Metode UNP untuk tahun 2021 mendatang yakni menerapkan perkuliahan dengan sistem campuran atau blended learning.

“Bagi mata kuliah praktik, kita lakukan secara luring atau tatap muka agar mencapai pembelajaran yang optimal. Sementara bagi kuliah teori tetap daring. Sebenarnya metode ini sudah lama kita praktikan juga, tepat rasanya menggunakan cara itu di era revolusi industri 4.0. Apalagi kita juga sudah berlangganan wifi.id. Seluruh sivitas akademika bisa akses internet di mana saja. Kuliah daring kita juga tidak mengalami masalah selama ini,” ucapnya.

Ganefri membeberkan, untuk kuliah praktik juga dilakukan pembatasan supaya tidak memicu kerumunan. Pelaksanaannya dibagi dua kelompok secara bergantian. Penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang tidak bisa ditawar di UNP, yang juga pernah melakukan penguncian aktivitas karena ada penularan Covid-19 beberapa waktu lalu.

“Kita juga masih berkomunikasi dengan Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mendapat arahan terkait diperbolehkannya kembali kuliah tatap muka ini. Kemudian juga dengan pemerintah daerah tentunya,” tuturnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebuyaan RI, Ir. Nizam, Ph.D mengatakan, masih membahas aturan dan mekanisme pembukaan kembali Perguruan Tinggi di masa pandemi Covid-19. Para rektor menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah beserta satgas Covid-19 di daerah. Sebab elemen penentu pembukaan kegiatan belajar tatap muka di daerah, salahsatunya pemerintah daerah.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00