KPU Padang Gelar Simulasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

KBRN, Padang : Ratusan warga di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 38 Kelurahan Parupuak Tabing, Kecamatan Koto Tangah mengikuti simulasi Pilkada serentak, Sabtu pagi (21/11/2020).

Kegiatan simulasi tepatnya digelar di SMP Negeri 13 Tabing, dengan menerapkan sejumlah protokol kesehatan Covid-19.

"Setidaknya ada 491 pemilih yang mengikuti kegiatan simulasi pemilihan gubernur 9 Desember mendatang," kata Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra usai simulasi kepada wartawan.

Riki menyampaikan, simulasi dilakukan agar masyarakat atau pemilih dapat memahami proses pemilihan di masa pandemi. Sebab banyak hal baru di Pilkada serentak tahun, yang berbeda dengan pelaksanaan Pemilu sebelumnya.

"Pemilih maupun penyelenggara diwajibkan mematuhi penerapan protokol kesehatan selama berlangsungnya proses pemungutan dan penghitungan suara," sebutnya.

Pemilih harus menggunakan masker dari rumah, datang sesuai dengan waktu yang telah ditentukan penyelenggara guna mengantisipasi kerumunan. Kemudian sampai di TPS harus mencuci tangan dengan sabun, dan dilanjutkan dengan pemeriksaan suhu tubuh, lalu menunggu nama dipanggil petugas untuk menyalurkan hak pilih di kursi yang telah disediakan.

"Usai menyalurkan suara, pemilih akan diberikan tanda dengan tinta menggunakan sedotan," tuturnya.

Namun dalam simulasi ini, KPU Kota Padang tidak menggunakan foto, nama, dan nomor urut peserta Pilgub 2020. Untuk nomor urut, pihaknya membuat nomor urut 88 sampai nomor 91. Sementara untuk foto pasangan calon, pihaknya membuat foto wayang.

"Yang lebih kami utamakan di simulasi ini adalah proses pencoblosan yang harus dilakukan pada 9 Desember 2020 mendatang," ungkapnya.

Sementara itu, seorang peserta simulasi Janewar mengatakan, simulasi yang dilakukan tidak sama persis dengan yang akan digelar pada 9 Desember mendatang. Sebab tidak menggunakan langsung foto pasangan calon pemilihan gubernur di surat suara.

"Fotonya nggak sama dengan yang ada di baliho-baliho calon gubernur," sebutnya.

Ia menambahkan, tidak perlu khawatir menyalurkan hak pilih di masa pandemi Covid-19, terpenting tetap menerapkan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak dari kerumunan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00