Masyarakat Menggali Lubang untuk Kematiannya

KBRN, Padang : Aktifitas galian C di Sumatera Barat umumnya  sudah meresahkan warga dan perlu tindak lanjut pemerintah daerah untuk mengevaluasi izin yang dikeluarkan. Hal itu diungkapkan Kepala Kajian Advokasi Walhi Sumatera Barat, Yoni Chandra kepada RRI, Sabtu, (21/11/2020).  Aktifitas tambang galian C yang cukup  parah dan meresahkan warga terjadi di Kabupaten  Pesisir Selatan dan Padangpariaman.

Aktifitas galian C berlangsung cukup lama dengan lokasi yang berdekatan dengan pemukiman warga/ Hal demikian sudah dilaporkan pada pihak pembuat kebijakan namun ada respon untuk menjawab keresah warga tersebut. Dalam pelaksanaan  kegiatan di lapangan, dari  Walhi Sumatera Barat jelas Yoni Chandra tidak ada maksud dan tujuan untuk menghambat pelaku usaha memenuhi kebutuhan masyarakat yang sebagian besar bertumpu hidup dari aktifitas tambang tersebut.

" Namun sangat disayangkan, pemenuhan kebutuhan tidak mempertimbangkan aspek lingkungan yang dampaknya jauh lebih besar, sebut saja tambang material galian C yang ditemui di Padangpariaman yang sudah berlarut-larut hingga menimbulkan palung yang dalam dan meluas ke pemukiman warga," paparanya, Sabtu, (21/11/2020).

Berbagai upaya dilakukan untuk mengedukasi masyarakat agar meminimalisir dampak lingkungan melalui pendekatan yang dilakuan secara bertahap. Pemerintah pun dalam hal ini harus pula bertindak tegas dengan tidak melakukan pembiaran terlalu lama dan berbuntut  dampak lingkungan yang makin meluas. Jangan sampai aktifitas tambang  tersebut ibarat masyarakat menggali lubang untuk kematiannya sendiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00