Fakta Unik, Jembatan Akar di Sumatera Barat

KBRN, Padang; Jelajah wisata di Provinsi Sumatera Barat, memang menawarkan banyak sensasi. Salah satunya saat mengunjungi Jembatan Akar di Kecamatan Bayang Kabupaten Pesisir Selatan.

Saat sampai di lokasi setelah perjalanan dari Kota Padang, Minggu (18/10/2020) saya dan rombongan, turun dari mobil dan berjalan kaki melewati deretan rumah penduduk.Hanya beberapa menit melewati jalanan kecil, berundak-undak menurun, terlihat pohon Beringin besar dan tepat dibawahnya mengalir sungai dengan air deras.

Semakin dekat dengan pohon besar itu, saya sempat dibuat takjub.Sepintas saya melihat keindahan sungai dengan suara air mengalir deras.

Saat itu pula seakan memasuki pintu yang merupakan celah dari dua batang pohon besar Beringin yang ternyata kayu akar-akarnya menjalar terjalin dengan kuatnya, sambung menyambung dengan akar pohon Beringin besar diseberang sungai.

Decak kagum mengiringi langkah kami saat meniti Jembatan Akar yang sangat terkenal itu.

Meski ada rasa sedikit was-was saat menyusuri jembatan, karena jalinan akar yang tidak rata dan jembatan sempat bergoyang.

"Keren ya, jembatannya. Ini akar-akarnya begitu kuat. Untung sudah dikasih papan, jadi pas ditengah jembatan bisa jalan tenang," ucap Anjar rekan saya. 

Kami pun berjalan pelan dan hati-hati, meniti jembatan akar sepanjang kurang lebih 25 meter, sampai ke ujung jembatan. Tidak lupa, kami pun berfoto mengabadikan saat berada di jembatan akar.

Selanjutnya saya dan rombongan, istirahat di bawah jembatan, di bebatuan sungai, sambil menikmati keindahan dan keunikan jembatan akar menyerupai jembatan gantung yang sangat alami ini.

Sebelumnya, saat memasuki lokasi, ada tulisan bahwa jembatan akar dibuat oleh Pakih Sokan seorang ulama tahun 1890, yang merasa prihatin karena murid-murid harus menyeberang sungai ketika akan belajar agama/ mengaji.

Dan, inilah fakta unik Jembatan Akar ( warga menyebutnya Titihan Aka) di Sumatera Barat, tepatnya di Kecamatan Bayang utara Kabupaten Pesisir Selatan, atau berjarak 88 KM arah selatan dari Kota Padang.

- Jembatan akar terbuat dari jalinan kuat akar dari dua pohon beringin besar yang berada di kedua sisi sungai.

- Melintang kuat diatas sungai, yang hanya dapat dilalui pejalan kaki.- Menghubungkan antara Kampung Pulut – pulut (warga menyebutnya Puluik – puluik) dan Kampung Lubuk Silau.

- Sangat berjasa dan bersejarah, jembatan akar digagas oleh seorang ulama Pakih Sokan, untuk memudahkan murid-muridnya menyeberang sungai saat hendak belajar mengaji.

- Butuh waktu selama 26 tahun baru bisa mewujudkan jembatan akar.

- Tahun 1890, Pakih Sokan mulai menyambungkan akar beringin yang menjuntai dengan cara dibentangkan pada bambu dan lambat laun bertemu dengan akar dari pohon beringin di seberang sungai dan baru membentuk jembatan pada tahun 1916.

- Namun sayang, sang penggagas tidak bisa menikmati jembatan akar, karena meninggal dunia sebelum jembatan itu jadi.

- Usia jembatan sudah 100 tahun lebih.

- Menjadi destinasi wisata unggulan dan obyek menarik fotografi maupun swafoto.

- Model jembatan akar di Sumbar, lebih riil, unik dan menarik dari selama ini orang mengenal dari imaginasi jembatan serupa ala film Tomb Rider, Lord of The Ring dan Indiana Jones. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00