HUT Sumbar ke 75, Gamawan Fauzi Berbagai Cara Mendongkrak Pertumbuhan Ekonomi

KBRN, Padang : Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat tidak lepas dari kondisi global yang masih dilanda pandemi Covid-19. Namun, terlepas dari masa sulit itu, pemerintah dan elemen di Sumatera Barat ke depan harus jeli membaca peluang dan memahami potensi daerah untuk mampu meraih kemajuan ekonomi.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumatera Barat periode 2004-2009, Gamawan Fauzi ketika memberikan pidato dalam paripurna hari jadi Sumatera Barat ke 75 di gedung DPRD, Kamis (1/10/2020).

Gubernur Sumatera Barat periode 2004-2009, Gamawan Fauzi mengungkapkan, potensi yang dimiliki daerah harus dikembangkan, tanpa harus latah mengikuti cara daerah lain dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi. 

"Ketiadaan sumber daya alam, seperti bahan tambang, tidak boleh jadi alasan terus menerus yang menyebabkan daerah ini kurang maju dibanding provinsi lain di Sumatera," ujarnya.

Menurut mantan Menteri Dalam Negeri ini, Sumatera Barat yang memiliki karakter perdagangan harus berkonsentrasi mengembangkan usaha kecil masyarakat, misalnya di sektor kuliner. Sebab kuliner Sumatera Barat bisa diterima hampir seluruh lidah masyarakat di negara ini.

"Tinggal lagi mencari strategi untuk memperbanyak produksi dan pemasaran. Dengan cara itu, perekonomian di daerah ini bisa bergeliat," ujarnya.

Kemudian, lanjut Gamawan Fauzi, pariwisata di Sumatera Barat harus terus menjadi prioritas untuk memutar roda ekonomi.  Sumatera Barat yang telah memiliki label wisata halal, harus berani menjual  wisata daerah dengan segmen keluarga.

Selanjutnya, pertanian dan perkebunan juga terus didorong untuk produksi tanaman pangan yang memiliki nilai jual tinggi dan pasar yang luas. Tidak stagnan terhadap komoditi yang telah ada saat ini. Cara itu semua, menurut Gamawan harus tertuang dalam rencana jangka panjang daerah, serta benar-benar diterapkan oleh kepala daerah meski mengalami pergantian.

"Jika itu dilakukan, dimungkinkan Sumatera Barat menjadi provinsi makmur dengan pertumbuhan ekonomi yang baik," sebutnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumatera Barat Supardi mengatakan provinsi inj harus mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki baik sumber daya alam, sumber daya manusia, budaya, karakter dan lainnya untuk maju dan sejajar dengan provinsi lainnya.

"Sumbar telah berusia 75 tahun dan ini merupakan usia yang sudah sangat matang untuk menjadi provinsi yang lebih baik," ujarnya.

Ia berharap di usia yang tak lagi muda, Sumatera Barat bisa jauh unggul dibanding provinsi lainnya. Apalagi Sumatera Barat dikenal sebagai gudangnya ilmu, gudang orang-orang cerdas, pejuang, dan gudangnya orang-orang pebisnis. 

Menurutnya jika dibandingkan dengan provinsi lain, harus diakui masih banyak persoalan yang harus dibenahi mulai dari pembangunan yang stagnan, pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang belum maksimal, dan Sumber Daya Alam (SDA) yang belum tergarap.

Ia mengatakan sejumlah persoalan tadi ada karena disebabkan berbagai faktor mulai dari isu gempa, persoalan lahan, dan yang lainnya. 

"Kita berharap, ke depan tak lagi terjebak dengan semua itu," kata dia.

Ia mengatakan Pemda harus dapat  memanfaatkan isu yang ada sebagai sebuah kekuatan untuk berbenah. 

”Kita harus mampu menunjukkan Sumbar itu aman, baik dari segi investasi, termasuk mengantisipasi dampak gempa. Jika tidak, 5 tahun lagi kita bisa kalah dari provinsi tetangga, seperti dari Jambi, Bengkulu," katanya 

Apalagi 9 Desember mendatang Sumbar akan menggelar Pilkada serentak untuk memilih pemimpin yang baru dan dirinya berharap kepala daerah yang terpilih adalah sosok yang mampu mengubah pola pikir tentang masalah Sumatera Barat, ke depan harusnya seperti apa. 

”Kita tak perlu banyak berteori tentang masalah pembangunan Sumbar. Sumbar harus dibangun dengan sistem dan sumber daya manusia yang ada dan epala daerah terpilih harus punya visi misi yang jelas dan terukur, sehingga 75 tahun umur Sumbar tidak hanya dimaknai secara seremonial, tapi ada evaluasi terkait pembangunan yang telah dijalankan,” tuturnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00