Proposal Senilai 193 M di Tindaklanjuti BNPB

KBRN, Padang Pariaman : Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengatakan proposal program rehabilitasi dan rekonstruksi bencana sudah diproses di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut disampaikannya setelah mendapatkan laporan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Budi Mulia di Kayu Tanam, Kamis (10/09/2020).

“Alhamdulillah, doa kita dijabah oleh Allah SWT, proposal senilai 193 Milyar yang diajukan BNPB sudah ditindaklanjuti. Selanjutnya kita verifikasi dan tinjauan lapangan bersama tim pusat, apakah secara daring atau tatap muka” ujar Ali Mukhni.

 Ali Mukhni menjelaskan kegiatan rehab rekon yang diusulkan tersebar di 21 titik lokasi yang terdiri dari infrastruktur jalan, jembatan, penanggulangan banjir dan lainnya. Diantaranya Jembatan Lubuk Napa di Padang Sago, Penanggulangan banjir di kawasan pasar Sungai Limau dan beberapa ruas jalan yang dilanda longsor atau tanah terban.

“Tentunya kita berkomunikasi intens dengan BNPB serta melibatkan tokoh ranah dan rantau untuk mendukung proposal kita. Supaya segera diturunkan dana secara bertahap” kata Peraih Penghargaan sebagai Pembina Terbaik Penanggulangan Bencana.

Sementara Kepala BPBD Budi Mulia membenarkan bahwa proposal yang diajukan telah direspon oleh BNPB. 

“Proposal udah input disistim, tentunya berkat hubungan harmonis bapak Bupati dengan Pemerintah Pusat” kata Mantan Plt. Kadis Pekerjaan Umum itu.

Dijelaskan Budi Mulya, Padang Pariaman ditunjuk sebagai pilot project untuk penyusunan Rencana Kontinjensi Penanganan  Bencana. Tujuannya, untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta membangun komitmen bersama antar lembaga pelaku penanggulangan bencana.

“Program BNPB Pusat ini satu-satunya di Sumbar yaitu Padang Pariaman. Jadi seluruh pemangku kepentingan terlibat aktif penanganan bencana” ujar Alumni Magister Engenering Universitas Gajah Mada itu.

Satu lagi program yang tak kalah penting adalah Pembinaan nagari di wilayah pesisir terhadap bencana tsunami. Pihak BNPB, tambah Budi, akan membina 10 nagari di daerah pantai yang ada di Padang Pariaman. Pembinaan dilakukan selama tiga bulan dan diharapkan menjadi Nagari Tangguh Bencana.

“Tahun lalu, kita dapat 25 Milyar dari BNPB untuk membangun Jembatan Sikabu Lubuk Alung. Berdoa kita kepada Allah SWT, agar kembali meraih dana pusat untuk penanggulangan bencana” kata Budi mengakhiri.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00