APBD Perubahan, Sumbar Prioritaskan Refocusing untuk Penanganan Dampak Covid-19

KBRN, Padang : Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan nota pengantar Rancangan Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (RKUPA) Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun 2020 melalui rapat paripurna, Selasa (25/8/2020).

Penyampaian nota pengantar RKUPA PPAS APBD tahun 2020 dilakukan bersamaan dengan penyampaian nota pengantar RKU PPAS APBD tahun 2021.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, perubahan kebijakan umum anggaran tahun 2020 masih difokuskan pada refocusing anggaran untuk penanganan dampak Covid-19.

"Sesuai dengan ketentuan, kondisi darurat kesehatan pandemi covid yang terjadi dan masih berlangsung menjadi alasan atau dasar dilakukannya perubahan kebijakan itu.

Menurutnya, untuk RKUA PPAS APBD tahun 2021, kebijakan umum anggaran masih akan ditumpukan kepada penanganan Covid-19 baik sektor kesehatan, terutama pemulihan ekonomi serta penguatan jaring pengaman sosial.

Sementara itu, Ketua DPRD Sumatera Barat menyebutkan, perubahan kebijakan anggaran yang ajab dilakukan agar benar-benar mengakomodir kebutuhan dalam penanganan dampak Covid-19. Refocusing anggaran yang dilakukan untuk penanganan Covid-19 harus tertampung dalam RKUPA PPAS.

"Selain itu, beberapa hal yang harus menjadi perhatian adalah efektifitas dan efisiensi anggaran yang terpakai, sisa anggaran, dan alokasi sektor prioritas seperti kesehatan, jaring pengaman sosial serta stimulus untuk UMKM," ujarnya.

Supardi menambahkan, dari tiga sektor prioritas dalam penanganan pandemi Covid-19, DPRD melihat dampak ekonomi khususnya bagi UMKM dan koperasi belum banyak tersentuh. APBD perubahan 2020 perlu dialokasikan anggaran yang mencukupi untuk recovery sektor ekonomi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00