DPRD Padang Minta Penyaluran BLT Tahap II Pakai Data Lama

KBRN, Padang : Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang mengkritisi kebijakan Pemerintah Kota Padang yang akan menyalurkan Bantuan Tunai Lansung (BLT) tahap II bagi masyarakat terdampak Covid-19 menggunakan data baru.

"Kami meminta pemko  tetap menggunakan data lama dalam penyaluran BLT tahap II. Ini sesuai dengan yang dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyalurkan BLT yang telah diberikan hingga tahap III," kata Anggota DPRD Kota Padang Mastilizal Aye kepada RRI di Padang, Sabtu (8/8/2020).

Menurut Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang ini, Pemerintah Kota Padang harus tetap menggunakan data penerima BLT tahap I dalam menyalurkan BLT tahap selanjutnya. Nantinya hanya tinggal mengeluarkan data penerima bantuan ganda, penerima yang sudah pindah, dan penerima yang meninggal dunia.

"Harus pakai data dari yang 74 ribu kepala keluarga penerima BLT tahap I itu, tinggal dikurangi dengan penerima ganda. Tidak perlu memakai data baru, sehingga penerima tahap I tidak lagi mendapatkan BLT. Kalau pakai data baru lagi itu bukan tahap II namanya," jelasnya.

Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengungkapkan, Dinas Sosial Kota Padang telah menyelesaikan data penerima BLT tahap II sebanyak 52 ribu kepala keluarga. Dalam penyaluran BLT tahap II yang mendapatkan adalah masyarakat yang belum tersentuh bantuan, bukan penerima BLT tahap I.

"Untuk BLT tahap II yang mendapatkan tidak lagi mereka yang terdata sebagai penerima BLT tahap I. Karena mereka sudah banyak mendapatkan bantuan," sebutnya.

Rencananya, sebut Mahyeldi, BLT tahap II akan disalurkan pada pekan depan dengan menggunakan APBD Kota Padang mencapai Rp30 miliar lebih.

"Insya Allah minggu depan kita salurkan karena kita sudah ada datanya. Angkanya masih sama Rp600 ribu per kepala keluarga," ujar Mahyeldi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00