Operasional Lebih Mahal, Mobil Penyapu Jalan Jarang Digunakan

KBRN, Padang : Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang tidak lagi rutin menggunakan mobil penyapu jalan atau sweeper  setiap harinya, sejak beberapa bulan terakhir. Alasannya biaya operasional mobil penyapu jalan dinilai lebih mahal dibandingkan menggunakan tenaga kebersihan.

"Benar, tidak setiap hari lagi kita turunkan," kata Kepala DLH Padang Mairizon kepada RRI di Padang, Jumat (27/7/2020).

Mobil penyapu jalan tersebut, dibeli Pemerintah Kota Padang menggunakan APBD sebesar Rp2,8 miliar pada Agustus 2017 lalu.

Menurut Mairizon, jarangnya digunakan mobil penyapu jalan itu karena dinilai kurang maksimal dalam membersihkan jalan dari sampah. Selain itu, biaya operasional mobil lebih mahal dibandingkan menggunakan tenaga kebersihan DLH.

"Bensinnya besar, saat ini mobil itu hanya dipakai ketika cuaca hujan ketika petugas tidak dapat turun ke lapangan untuk menyapu jalanan," tuturnya.

Ia mengungkapkan, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 banyak anggaran yang dialihkan, sehingga semakin sulit mengeluarkan biaya operasional mobil penyapu jalan. Namun keberadaan mobil tersebut, masih dibutuhkan DLH untuk keadaan tertentu yang tidak dapat mengandalkan tenaga manusia.

"Berdasarkan evaluasi saya kurang efektif kalau dipakai setiap harinya. Banyak biaya operasional yang harus dikeluarkan," sebutnya.

Dulunya, 9 Agustus 2017, Pemerintah Kota Padang meluncurkan penggunaan mobil penyapu jalan merek Derevo 3000 Maxi. Mobil ini diyakini dapat bekerja tiga kali lebih banyak dibandingkan sweeper tradisional atau pasukan kuning.

Kecepatan menyapu mencapai 13 kilometer per jam, sedangkan hasil maksimal setara dengan 50 tenaga manusia yang biasa menyapu jalan. Sweeper ini beroperasi di jalan-jalan protokol hingga ke batas Kota Padang. Dengan beroperasinya mobil penyapu jalan tersebut, para petugas kebersihan yang selama ini bekerja di jalan-jalan protokol akan dialih fungsikan ke beberapa ruas jalan yang tidak dilalui oleh sweeper.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00