5 Hari Dipasang, Kubus Apung di Banjir Kanal Dilepas

Ist

KBRN, Padang : Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru saja memasang kubus apung di banjir kanal tepatnya di bawah Jembatan Tamsis pada Jumat 17 Juli lalu. Namun, selang lima hari di pasang, kubus apung yang berfungsi menjaring sampah agar tidak sampai ke laut tersebut terpaksa dilepas dan tidak lagi berfungsi.

Berdasarkan Pantauan RRI di lapangan Jumat pagi (24/7/2020), kubus apung tidak lagi berfungsi sejak kemarin. Kubus Apung tidak lagi terpasang secara utuh di bawah Jembatan Tamsis tersebut, hanya terlihat dikaitkan pada satu sisi. Sampah-sampah yang berada di sepanjang aliran banjir kanal kembali bermuara di lautan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala DLH Kota Padang Mairizon mengungkapkan, pemasangan kubus apung pada pekan lalu masih dalam tahap uji coba. DLH Kota Padang masih mencari pola yang tepat dan dimana harus menempatkan kubus apung seharga Rp495 juta tersebut.

"Belum dipasang secara permanen itu, masih dalam tahan rekondisi atau condisioning untuk mencari pola yang tepat dimana posisi harus kita pasang," katanya saat dikonfirmasi RRI di Padang, Jumat (24/7/2020).

Menurut Mairizon, dari evaluasi 5 hari pemasangan kubus apung, pada kondisi air normal dapat menahan 90 persen sampah yang melewati banjir kanal. Namun pada kondisi hujan lebat dua hari lalu, kubus sama sekali tidak mampu menahan terjangan air dan sampah, sehingga harus dilepaskan.

"Jadi kubus apung tidak rusak, memang sengaja kami lepas saat hujan lebat kemarin ini," ungkapnya. 

Ia menambahkan, pihaknya akan mencari kembali posisi penempatan kubus apung agar efektif digunakan saat hujan deras mengguyur. Berkemungkinan kubus apung akan dipindahkan ke hilir banjir kanal disekitar kawasan GOR H Agus Salim.

"Iya kemungkinan kita pindahkan tetapi tetap di banjir kanal," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00