KPU Padang Mulai Lakukan Coklit, 1.936 PPDP Dikerahkan

KBRN, Padang : Sebanyak 1.936 Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) dari KPU Kota Padang mulai hari ini, Sabtu 18 Juli mendatangi setiap rumah masyarakat untuk melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) Pilgub 2020. PPDP akan melakukan verifikasi data pemilih yang menyalurkan "suaranya" pada 9 Desember mendatang.

"Mulai hari ini, PPDP hingga 13 Agustus mendatang akan melakukan coklit dengan langsung mendatangi rumah masyarakat," kata Ketua KPU Kota Padang Riki Eka Putra kepada RRI, usai melakukan coklit di rumah anggota DPD RI Leonardy Hermainy dan Emma Yohanna, Sabtu (18/7/2020).

Riki Eka Putra menyampaikan, ada sekitar 600 ribu lebih data pemilih yang perlu dilakukan pemutakhiran oleh PPDP. KPU Kota Padang menargetkan pencocokan data ke lapangan dapat dituntaskan selama dua pekan.

"Kita harapkan dalam dua pekan ini sudah tuntas ya pemutakhiran data ke lapanganya, sehingga setelah itu dapat dilakukan evaluasi," ungkapnya.

Lanjutnya, setelah coklit, pada pertengahan Agustus akan diketahui daftar pemilih sementara (DPS) dan kemudian dilanjutkan pada jumlah daftar pemilih tetap (DPT).

"Kalau sekarang datanya masih bergerak, makanya dilakukan coklit," ujarnya.

Riki Eka Putra, mengimbau agar warga tidak melayani orang yang mengaku akan melakukan pemutakhiran data jika tidak memiliki perlengkapan sesuai dengan standar PPDP.

"Kami sudah memiliki standar petugas PPDP ini. Jika ada yang tidak menggunakan atribut sesuai dengan standar, kami harap masyarakat tidak melayaninya," imbaunya.

Ia menyampaikan, petugas PPDP yang ditugaskan oleh KPU Kota Padang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, seperti dilengkapi dengan masker, pelindung wajah, sarung tangan dan handsanitizer.

"Petugas PPDP juga dilengkapi dengan kartu nama yang menyatakan bahwa mereka adalah petugas PPDP yang telah dipilih oleh KPU Kota Padang," tuturnya.

Selain itu, petugas PPDP juga membawa map yang berisi data pemilih yang didatangi dan akan menanyakan beberapa hal terkait jumlah pemilih yang ada di rumah.

"Nanti mereka akan menanyakan jumlah keluarga dan apakah ada yang berumur 17 tahun ke atas pada 9 Desember 2020 saat Pilkada dilaksanakan. Setelah selesai maka rumah akan ditempeli stiker tanda telah dilakukan coklit," lanjutnya.

Sementara itu, Leonardy Hermainy yang dikunjungi PPDP Kota Padang, meminta agar KPU memperhatikan penerapan protokol kesehatan Covid-19 bagi petugas di lapangan. PPDP harus dibekali dengan APD seperti masker, pelindung wajah, antiseptik pencuci tangan atau handsanitizer, dan mengukur suhu petugas sebelum ke lapangan.

"Di masa pandemi ini tugas KPU dan PPDP sangat berat, protokol kesehatan harus benar-benar diperhatikan," katanya.

Leonardy menambahkan, pihaknya mendukung dilakukannya coklit agar terselenggaranya pemilihan kepala daerah yang berkualitas. Selain itu diharapkan tingkat partisipasi masyarakat pada pilkada di masa pandemi Covid-19 tetap tinggi dan tidak banyak sengketa yang terjadi di lapangan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00