Pengprov Cabor Minta Porprov Diadakan di 2021, DPRD Sumbar akan Tinjau Ulang

KBRN, Padang : Puluhan pengurus provinsi (Pengprov) cabang olahraga meminta agar pemerintah daerah tetap menyelenggarakan Porprov pada tahun depan. Sebab Porprov merupakan ajang seleksi atlet berprestasi tingkat daerah yang nantinya akan bersaingan dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

"Kenapa Porprovnya diundur sampai 2022. Itu terlalu lama," ujar Ketua Umum Pengprov Soft Tenis Damrah, saat dengar pendapat dengan Komisi lima DPRD Sumatera Barat bersama KONI, serta Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, di Ruang sidang utama, Senin (6/7/2020).

Menurut Damrah, pengprov setuju dilakukakannya penjadwalan ulang kegiatan Porprov yang semestinya diselenggarakan pada 2020. Namun, tidak setuju apabila Porprov dilaksanakan pada tahun 2022, karena dinilai terlalu lama, sedangkan PON akan diselenggarakan pada tahun depan

"Pengprov cabang olahraga meminta agar pelaksanaan Porpov ke 16 dilaksanakan di tahun 2021 sebelum digelarnya PON," sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumbar, Bustavidia mengungkapkan, alasan tidak diselenggarakannya Porprov pada tahun depan karena pemerintah daerah tidak memiliki anggaran untuk menyelenggarakan pesta olahraga daerah tersebut. Sebab anggaran pemerintah daerah telah tersedot untuk penanganan Covid-19 dan perhelatan persiapan PON, sehingga tidak memungkinkan dapat dilaksanakan pada 2021.

"Kita setuju saja, tetapi kabupaten/kota tidak sanggup melaksanakannya karena anggaran tidak ada," ungkapnya.

Menanggapi kondisi itu, Sekretaris Komisi V DPRD Sumatera Barat, Syahrul Furqan mengungkapkan, pada dasarnya DPRD Sumatera Barat setuju pelaksanaan Porprov digelar tahun depan. Untuk itu, pihaknya akan kembali menggelar rapat dengar pendapat bersama pemerintah daerah, Pengprov cabang olahraga, Dispora, dan KONI dalam waktu dekat untuk memastikan kesanggupan anggaran menyelenggarakan Porprov pada 2021.

"Kita akan tinjau ulang lagi terkait pelaksanaan Porprov ini," sebutnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00